Terkini.id, Bulukumba - Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) Wilayah Bulukumba 3 sukses menyelenggarakan program kerja Perhutanan Sosial (PS) penandaan batas area Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, kabupaten Bulukumba, Sabtu (24/7/2021).
Sehari sebelum bertempur ke lokasi, mahasiswa KKN terlebih dahulu mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan ketika hendak memasuki area hutan. Selain itu, mereka juga berlatih menggunakan aplikasi penandaan batas. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan proker bisa maksimal.
Diketahui, kegiatan ini melibatkan Polisi Kehutanan, Pendamping Perhutanan Sosial, Kepala Desa Anrang, dan pengurus KTH terkait. Untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan, maka mahasiswa dibagi menjadi dua tim untuk menyusuri ±130 Hektar area hutan dari arah yang berlawanan.
Proses penandaan batas dilakukan sesuai dengan instruksi pada saat pembekalan khusus perhutanan sosial dengan menggunakan bantuan aplikasi Avenza.
Hasil dari kegiatan ini yakni didapatkan peta baru KTH yang tentunya lebih akurat dari sebelumnya. Tingkat keakuratan bergantung dari titik-titik batas yang dibuat, semakin banyak titiknya maka semakin akurat.
Sekadar diketahui bahwa sebelumnya, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 106 tahun 2021 juga pernah melakukan kunjungan ke Kawasan Wisata Mangrove Luppung Manyampa sebagai salah satu Wisata di Bulukumba, yang menempati posisi strategis di Dusun Luppung, Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe dilalui jalur poros menuju Pantai Bira, pada Sabtu (17/7) lalu.
Dalam kunjungannya tersebut, Syahrul selaku Koordinator Wilayah (Korwil) KKN Unhas Bulukumba Wilayah 3 sempat memaparkan beberapa hal, khususnya seputar kondisi kawasan wisata.
“Berdasarkan yang kami lihat dari tempat ini kita perlu melakukan penambahan ruang foto (spot foto), sehingga kami menawarkan untuk dapat berkegiatan di sini dalam merealisasikan penambahan spot foto tersebut,” tutur Syahrul.
“Kami juga akan mengisi bagian pesisir yang masih kosong dengan melakukan penanaman mangrove,” pungkasnya.










