Peringati Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Pegiat Lingkungan Lakukan Penanaman Mangrove, Ini Tujuannya

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Pegiat Lingkungan Lakukan Penanaman Mangrove, Ini Tujuannya

Subhan Riyadi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Masih dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda, Kamis 28 Oktober 2021, Badan Narkotika Nasional Makassar (BNN), Bank Indonesia Wilayah Makassar, BBKSDA Sulsel, Harapan Pelestari Hutan Andalan (HPHA) Sulsel dan beberapa instansi melakukan penanaman 2.500 bibit pohon mangrove dengan tema “Peningkatan Kepedulian dan Partisipasi PAsepeda dalam Mitigasi Dampak Perubahan Ilkim Global".

Penanaman bibit pohon mangrove ini diselenggarakan di Kawasan Hutan Mangrove untia Kecamatan Biringkanaya Makassar. Sabtu, 30 Oktober 2021.

Sebelum kegiatan penanaman Mangrove dilaksanakan, panitia menyelenggarakan teknis penanaman bagi para peserta tanam mangrove mengenai perubahan iklim global dan upaya mitigasi, yang dihadiri, dr. Iman Firmansyah, Kepala BNN Badokka.

Kemudian hadir Rudi Bambang Wijanarko, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Kabid BBKSDA Sulsel mewakili Kepala Balai, Lantamal, Koramil, Polsek, Camat Biringkanaya, Lurah Untia dan Komunitas PAsepeda Makassar.

"Kegiatan penanaman Mangrove dihadiri oleh 130 peserta, para petani Mangrove, serta perwakilan dari mitra kegiatan,” ujar Nur Akbar alam selaku penggerak Mangrove di Makassar.

Kepala BNN, Deputi, BBKSDA, dan beberapa tokoh lingkungan bersiap menanam pohon sebagai simbol pembukaan acara penanaman bibit Mangrove

“Kami melakukan kegiatan ini sebagai bentuk konkret kepedulian kami sesuai dengan nilai BNN Kegiatan ini akan terus kami lakukan guna membangun hidup sehat dan berkontribusi bagi lingkungan,” kata dr. Iman Firmansyah, Kepala BNN Badokka.

Penanaman bibit Mangrove dilakukan oleh para peserta di Hutan Mangrove UNTIA Makassar Kecamatan Biringkanaya Makassar.

Selain sebagai sarana edukasi bagi komunitas PAsepeda, penanaman mangrove di sekitar pesisir pantai utara ini bertujuan untuk mengatasi abrasi. Pohon mangrove dapat mengeluarkan oksigen yang sangat banyak dan besar sehingga dapat berpengaruh signifikan terhadap kelestarian ekosistem Hutan Mangrove Untia Makassar.

“Seperti yang kita ketahui, polusi udara di Makassar sangat tinggi, untuk itu dengan adanya penanaman mangrove secara berkala diharapkan suhu iklim yang ada di kota ini, bahkan Indonesia menjadi lebih baik lagi,” tutur Rudi Bambang Wijanarko, Deputi Kepala Bank Indonesia Sulsel.

Sementara, Nur Akbar Alam sebagai pengiat lingkungan perwakilan dari HPHA Sulsel menyatakan bahwa selama 5 sampai 15 tahun mendatang, penanaman mangrove ini bisa mendatangkan dampak positif, karena kita bisa memproteksi kota sebagai benteng dari abrasi pantai, perubahan iklim, dan bencana lainnya.

“Saya senang mengikuti kegiatan ini, karena sangat bermanfaat bagi kami, sehingga kami bisa turut memperbaiki bumi yang sedang mengalami global warming,” kata Gamal Alamsyah, peserta Pasepeda dari Bank Indonesia.

Selain itu, program ini juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap lingkungan hidup, serta mengambil peran untuk berpartisipasi sebagai warga Makassar.