Terkini.id, Jakarta - Demi mengajak semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan dan memutus rantai penyebaran covid-19, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Lembaga negara ini ikut menerjunkan para relawan Keluarga Berencana di sejumlah daerah untuk menyosialisasikan dan mengingatkan masyarakat untuk sadar tentang pentingnya perilaku 3 M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjauhi Kerumunan).
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Sonny Harry Harmadi menyebutkan, para penyuluh KB, baik itu dari kalangan PNS maupun Non PNS menjadi garda terdepan dalam penyampaian komunikasi agar masyarakat memahami pentingnya protokol kesehatan.
Kata dia, ada beberapa alasan pentingnya peran penyuluh KB untuk mengingatkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan.
"Kita tidak mau muncul klaster keluarga covid-19 yang banyak di berbagai daerah. Pak Donny sudah mengingatkan jangan sampai muncul klaster keluarga yang banyak terjadi," jelas dia, dalam acara Kick Off sosialisasi Strategi Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 pada Jumat 2 Oktober 2020.
Menurut dia, para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Penyuluh Lapangan KB (PLKB) PNS dan Non-PNS, diharap bisa mengingatkan masyarakat untuk tidak membahayakan keluarganya.
Sehingga, para penyuluh diminta untuk menyasar keluarga, individu, komunitas dengan mengadvokasi mereka supaya sadar dan patuh.
Selain itu, penyuluh KB juga dipilih karena melihat kesuksesan gerakan itu untuk mengubah paradigma masyarakat yang dulu punya banyak anak menjadi cukup dua saja.
Sementara itu, Deputi Dalduk BKKBN, Dr Dwi Listyawardani menyampaikan, saat ini ada 13 ribu penyuluh KB dan PLKB (PNS) dan mereka bertugas di 34 provinsi. "Sementara, ada 9 ribu PLKB non-ASN bertugas di 10 provinsi," kata Dwi Listyawadrani.









