Terkini.id - Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene diguncang gempa sebanyak 28 kali, dengan dua magnitudo besar 5,9 dan 6,2 skala richter, Jumat 15 Januari 2021.
Sejumlah bangunan rumah dan perkantoran rusak akibat gempa, bahkan Kantor Gubernur Sulawesi Barat juga roboh dan tidak bisa digunakan.
Selain itu, berdasarkan data dari BPBD Sulbar tercatat 27 orang dilaporkan meninggal dunia akibat terkena reruntuhan bagunan, terdiri dari 18 orang meninggal di Mamuju, 9 orang Majene.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Barat, Darno Majid mengatakan bahwa masih memungkinkan akan adanya tambahan korban meninggal akibat terkena reruntuhan bagunan.
"Kemungkinan akan ada lagi korban, karena ada saya lihat ruko rata dengan tanah, siapa tahu ada orang dalamnya," kata Darno Majid.
Darno Majid mengimbau masyarakat agar mencari tempat mengungsi yang lebih aman. Sementara pemerintah setempat menyiapkan stadion sebagai tempat pengungsi yang dianggap aman.
"Titik pengungsi di Majene itu stadion, begitu juga di Mamuju. Di sana aman dan tidak akan terjadi potensi lain yang bisa mengganggu pengungsi," ungkapnya.
Selain itu, ada juga titik pengungsi di Bukit Tayang dan Sese.










