Pengamat Kritik Tuntutan Demo BEM SI yang Ingin Turunkan Firli Bahuri: Itu Kurang Pantas!

Pengamat Kritik Tuntutan Demo BEM SI yang Ingin Turunkan Firli Bahuri: Itu Kurang Pantas!

Dzul Fiqram Nur

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pengamat politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes), Bagindo Togar mengkritik aksi yang dilakukan oleh BEM SI beberapa waktu lalu.

Diketahui, salah satu tuntutan dalam demonstrasi yang dilakukan BEM SI di area Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, adalah mendesak Ketua KPK Filri Bahuri untuk mundur.

Menurut Bagindo togar, aksi mahasiswa tersebut memang pada awalnya layak untuk mendapatkan apresiasi.

Apalagi, menurutnya, salah satu tujuan dari aksi tersebut yakni memberikan dukungan moral kepada puluhan pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Di negeri ini, di setiap era perubahan politik, peran mahasiswa kita sangat penting. Seperti yang baru saja berlangsung beberapa hari yang lalu ratusan hingga ribuan mahasiswa yang tergabung dalam BEM seluruh Indonesia yang menyoroti kinerja KPK," ucapnya dilansir Rmolid.

"Terkhusus tentang dukungan sosial moral bagi pegawai KPK yang tak lolos tes ASN, yang akhirnya diberhentikan sebagai pegawai KPK," tutur Bagindo.

Kendati demikian, Bagindo menerangkan bahwa muncul beragam rumor akibat kisruh yang menimpa beberapa pegawai di lembaga antirasuah tersebut.

Menurutnya, apa yang dituntut oleh BEM SI dalam hal ingin menurunkan Firli Bahuri adalah hal yang tidak bijak dan kurang pantas.

"Tetapi, aksi kemarin terkesan ada muatan personal terhadap Firli Bahuri sebagai Ketua KPK. Yang mana meminta beliau diberhentikan, serta akan digadang pulang kembali ke daerah asal Provinsi Sumatera Selatan," ucapnya.

"Menurut saya, (itu) kurang bijak dan kurang pantas, apalagi beliau merupakan salah satu putra terbaik daerah ini dan terpilih menjadi anggota serta Ketua KPK, melalui mekanisme yang diatur berdasarkan regulasi maupun undang-undang yang ada," pungkasnya.