Terkini.id, Jakarta - Video lawas penceramah kontroversial, Ustaz Andri Kurniawan yang menyebut Presiden China memerintahkan Pemerintah RI untuk menghadapi umat Islam di Indonesia viral di media sosial.
Potongan video Ustaz Andri Kurniawan yang menyinggung soal Presiden China itu diunggah oleh pengguna Twitter Santoso Wibisono dan ikut dibagikan pegiat media sosial Yusuf Muhammad.
Dilihat dari video tersebut, Selasa 19 Oktober 2021, tampak Ustaz Andri Kurniawan tengah menyampaikan ceramahnya di depan jamaah.
Ia pun menyebut bahwa Presiden China memerintahkan Pemerintah RI untuk menghadapi umat Islam di Indonesia.
"Ketika Presiden China memerintahkan untuk menghadapi umat Islam Indonesia, pemerintah diminta untuk melakukan dengan hard power. Akhirnya, perintah Presiden China langsung dilaksanakan. Yang pertama, disiapkan pasukan Brimob. Yang kedua, Densus 88. Yang ketiga, pasukan BIN," ujar Andri Kurniawan.
Tak hanya itu, Ustaz Andri juga menuding pihak Kepolisian RI mengerahkan preman untuk menghadapi umat Islam. Salah satunya lewat operasi intelijen orang gila.
"Akhirnya apa? Gerakan operasi intelijen orgil (orang gila) yang disasar imam masjid, ustaz, ulama, ya kan?," ungkapnya.
Ia pun menyebut bahwa peristiwa penusukan terhadap mendiang Syekh Ali Jaber merupakan bagian dari operasi intelijen orgil tersebut.
"Sudah bergerak tes case awal Syech Ali Jaber. Kenapa Syech Ali Jaber? Karena Syech Ali Jaber pernah muhadoroh, 'saya bercita-cita supaya di Indonesia muncul 1 juta penghafal Al-Qur'an, insyallah ke depan presidennya hafal Al-Qur'an'," tutur Andri Kurniawan.
Menanggapi video tersebut, Yusuf Muhammad dengan tegas menyebut Ustaz Andri Kurniawan bukanlah ulama melainkan provokator.
"Ini bukan ulama! Ini provokator pengadu domba," cuit Yusuf Muhammad.
Menurut Yusuf Muhammad, apabila penceramah seperti Andri Kurniawan itu dibiarkan terus menerus menyampaikan provokasi ke masyarakat maka Indonesia akan bernasib sama seperti negara-negara di Timur Tengah.
"Jika orang-orang seperti ini tru dibiarkan, maka hancurlah negara ini seperti negara-negara di Timur Tengah," ujarnya.










