Terkini.id, Makassar - Pembangunan RS Batua C Makassar berpotensi kembali molor hingga tahun depan. Anggaran 10 miliar yang disiapkan pun berpotensi jadi SiLPA.
Kebijakan anggaran itu disebut untuk menganulir dua dari empat lantai gedung tersebut. Sebab hanya dua lantai yang dianggap bisa digunakan.
Kendati demikian Dinas Kesehatan Kota Makassar harus menunggu hasil peninjauan dari tim ahli ihwal kelayakan pembangunannya.
RS Tipe C tersebut sempat merugikan negara sebesar Rp22 milliar.
"Kami akan lakukan rapat dengan lintas sektor, dalam hal ini seperti mungkin BPK, Dinas PU, untuk melakukan pertimbangan atau mencari solusi, bagaimana dengan gedung ini sendiri," ujar Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinkes Makassar dr Andri Arwan Zainuddin, Rabu, 21 September 2022.
Sedangkan untuk audit fisik akan dilakukan usai peninjauan dilakukan. Dinas Kesehatan tak ingin ambil risiko, mengingat keadaan gedung tersebut sudah terbengkalai selama bertahun-tahun.
Kualitasnya harus dijamin untuk memastikan penggunaannya kelak aman, agar tidak bermasalah di kemudian hari.
"Jadi tim ahli (audit fisik) itu dari Unhas, dan dinas PU, BPK," tuturnya.
Di samping kondisi gedung yang sudah sangat rapuh, potensi total loss diakui masih menghantui gedung itu. Namun demikian Andri mengaku masih akan bersikap optimis dengan keberlanjutannya.
"Setelah kami diskusi dengan tim ahli, apa yang harus kami lakukan. Kami harus diskusi dulu," sambungnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan kemungkinan ini baru bisa didorong pada tahun 2023 mendatang. Kesiapan penganggarannya pun belum dilakukan lantaran menunggu hasil peninjauan.
Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad menilai perlu tim percepatan khusus untuk pembangunan RS ini. Sehingga, kata dia, pembangunannya tak berlarut-larut.
Di sisi lain, ada masalah hukum yang membelit RS itu sehingga cukup sulit jika hanya diselesaikan oleh satu pihak saja.
"Mudah-mudahan ini bisa dibentuk tim (percepatan), kemudian ini perlu dilihat seberapa besar persentasi kelayakan RS tersebut bisa dilanjutkan," katanya.
Ray menilai pembangunan RS ini sudah bertahun-tahun molor. Semestinya menjadi prioritas untuk ikut diselesaikan pemerintah kota.
"Sebenarnya sisa kita ini sama-sama mengambil keputusan. Apakah kita akan tetap lanjutkan pembangunan. Sebaiknya proyek besar itu secepatnya dilanjutkan," tutur legislator Demokrat ini.
Dia menjelaskan RS ini menjadi salah satu yang sangat diharapkan menjadi andalan untuk pemerataan fasilitas kesehatan.
Menurutnya, program kesehatan Kota Makassar sudah sangat baik, hanya saja tidak akan optimal jika belum ditopang oleh fasilitas yang mumpuni.
"Perlu ada penambahan titik baru, seperti di RS Batua, kita harapkan ini diselesaikan saja, kita harus pikirkan," ujarnya.
Terutama, kata dia, lantaran RS tersebut sudah on progres hingga beberapa persen. Sisa dilanjutkan kembali.
Jika nantinya yang bisa digunakan hanya sebanyak dua dua lantai, menurutnya tak masalah selama itu masih bisa dimanfaatkan. DPRD, kata dia, tetap siap untuk melakukan penganggaran.
"Karena kita tidak mau proyek ini jadi bahan bullian. Kepada seluruh elemen bukan hanya Pemkot," ujarnya.










