Terkini.id, Makassar - Pemadaman listrik di Makassar masih terus dilakukan PLN UID Sulselrabar meskipun saat ini hujan sudah mengguyur wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Pihak PLN UID Sulselrabar mengungkapkan, bahwa pihaknya belum bisa memulihkan pasokan bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) meskipun hujan telah turun di Kota Makassar beberapa hari terakhir ini.
"Beberapa hari terakhir, hujan telah turun namun belum bisa sepenuhnya memulihkan pasokan bagi PLTA," ungkap Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Ahmad Amirul Syarif, Senin, 27 November 2023.
PLN pun terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pasokan listrik di PLTA. Salah satunya, dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) khususnya di daerah tangkapan air di sekitar lokasi PLTA.
"Sistem kelistrikan Sulbagsel sangat bergantung pada sumber listrik dari PLTA, yaitu sebesar 33 persen dari total pasokan listrik. Di sisi lain, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dimaksimalkan produksinya secara terus menerus juga perlu menjalani maintenarnce (pemeliharaan) sehingga manajemen beban harus dilakukan," jelasnya.
Selain upaya tersebut, PLN Sulselrabar juga terus mengupayakan penambahan pembangkit dan mengoptimalkan sistem interkoneksi sistem kelistrikan Sulbagsel yang terhubung mulai dari Sulawesi Selatan daratan, Sulawesi Barat, Palu (Sulawesi Tengah) dan Sulawesi Tenggara daratan sehingga bisa saling menopang.
"Saat ini penambahan pembangkit yang sudah sinkron adalah sebesar 30 MW. Kemudian akan masuk lagi tambahan 5O MW pada akhir Desember 2023. PLN juga sedang lakukan percepatan penambahan pembangkit Inter Temporary Capacity di Punagaya sebesar 200 MW yang ditargetkan masuk sistem pada Maret 2024," ujar Ahmad.
Pihaknya juga meminta maaf kepada masyarakat terkait manajemen beban yang dilakukan oleh PLN UID Sulselrabar.
PLN, kata Ahmad, juga berharap agar masyarakat bersedia bahu membahu mengatasi masalah pemadaman listrik tersebut dengan cara menurunkan penggunaan pemakaian listrik sehari-hari sambil menunggu pemulihan sistem kelistrikan.
"Untuk mengurangi dampak dan durasi padam, mohon dukungan masyarakat untuk sementara waktu ini agar bersama-sama mengurangi pemakaian listriknya sekitar 30 persen selama masa pemulihan pembangkit," pintanya.










