Pelindo Region 4 Target Operasikan Dry Port di Dua Lokasi Ekonomi Baru Ini

Pelindo Region 4 Target Operasikan Dry Port di Dua Lokasi Ekonomi Baru Ini

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Pemprov Sulsel menginisiasi pembangunan dua dry port tersebut karena melihat kondisi sekarang yang sudah sangat padat sekali.

"Kalau sudah padat kan akan timbul banyak kemacetan, dan tentunya timbul biaya-biaya yang tidak diharapkan, idle cost. Sehingga diharapkan dengan pembangunan dan pengoperasioan dry port akan memunculkan pengusaha-pengusaha baru. Kedepannya memang semua berorientasi pada optimalisasi produktivitas, seperti itu,” pungkas Toto.

Menurutnya, Pemprov Sulsel dan pemda setempat sebenarnya berencana memulai pembangunan dry port atau pelabuhan daratan tersebut pada tahun ini.

“Mungkin di akhir tahun ini bisa dioperasikan. Paralel nanti dengan Pelindo yang akan menyiapkan sumber daya manusianya, organisasinya, juga peralatannya,"bebernya.

Adapun skema pembangunan dry port di Sidrap dan Jeneponto yang direncanakan adalah, penyiapan lahan oleh pemkab.

Kemudian anggaran pembangunan dari Pemprov Sulsel, sedangkan untuk pengoperasian serta penyiapan peralatan yang dibutuhkan akan dilakukan oleh Pelindo sebagai BUMN yang bergerak dibidang jasa kepelabuhanan.

Sedangkan konsep dry port yang akan dibangun nanti, diharapkan ada pelayanan administrasi dan physical personal. Jadi akan ada pelayanan administrasi dari instansi terkait, yang bisa memperlancar sirkulasi arus barang.

“Jadi begitu barang masih di dry port, sudah dilakukan standarisasi sesuai dengan kebutuhannya dan juga dimaksukkan ke dalam peti kemas lalu dilakukan administrasi pengiriman dokumen dan lain-lain, sehingga ketika dikirim ke pelabuhan itu sudah clear semua, sudah tidak ada lagi yang harus diurus, jadi untuk mempersingkat waktu,"tandasnya.

“Pembangunan dry port ini nantinya dilaksanakan secara bertahap, tidak sekaligus langsung jadi semuanya. Sambil melihat perkembangan dan kebutuhannya seperti apa. Tidak langsung dibangun di lahan yang disiapkan, yang rerata luasnya hampir 2 hektare. Nggak langsung seluas itu, tapi bertahap. Nah itu akan lebih meringankan dan kita juga lihat perkembangannya,” jelas Toto.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, Kabupaten Sidrap menjadi salah satu titik rencana pembangunan lokasi dry port yang akan menjadi hub atau tempat yang di dalamnya terjadi aktivitas transit barang atau persinggahan barang untuk wilayah Utara di Sulawesi Selatan.

“Melalui dry port di Sidrap akan menjadi pangkalan transit barang dari dan ke wilayah bagian Utara Sulawesi Selatan. Hadirnya dry port nantinya akan mengurangi dampak kemacetan dan lebih mudah mendatangkan eksportir,” terangnya.

Dia juga mengatakan, dry port ini akan menjadi sentra pelabuhan darat oleh Pelindo untuk semua kabupaten di wilayah Utara berkumpul di Sidrap, system containing, registrasi serta mendekatkan pelayanan ekspor ke daerah.

“Ini juga merupakan upaya menekan dwelling time atau waktu tunggu barang loading ke kapal di MNP.”

Dia berharap kehadiran dry port dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidrap dan Sulsel. Dia juga berharap agar manfaat dry port ini benar-benar segera dirasakan masyarakat.

“Misalnya, efisiensi biaya dan waktu tempuh ke pelabuhan muat di Makassar, serta dapat mengurangi kemacetan lalu lintas jalan dan mengurangi beban kerusakan jalan raya,” tutup Andi Sudirman Sulaiman.