Terkini.id, Jakarta – Polisi kembali berhasil menangkap pelaku pengeroyokan akademisi dan pegiat media sosial, Ade Armando.
Siang hari ini, Kamis tanggal 14 April 2022, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menyampaikan perkembangan penanganan kasus pemukulan dan pengeroyokan Ade Armando yang terjadi pada tanggal 11 April 2022 lalu.
Dilansir dari kanal Youtube KompasTV, Kombes Pol Enda Zulpan mengatakan bahwa hari ini berhasil melakukan penangkapan satu pelaku yang bernama Abdul Latip di Pelabuhan Ratu, dimana si pelaku termasuk ke dalam 6 orang yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh Kepolisian.
Hari Selasa, 12 April 2022 yang lalu Kepolisian berhasil menangkap dua pelaku yang bernama Komarudin dan M. Bagja serta menangkap Dhia Ul Haq pada hari Rabu, 13 April 2022.
Disamping orang-orang yang sudah diidentifikasi dan ditangkap di atas, penyidik dari Polda Metro Jaya melakukan pengembangan dan menghasilkan kesimpulan bahwa pelaku pengeroyokan tidak hanya 6 orang yang telah diidentifikasi, namun ada pihak-pihak lain yang ikut dalam aksi kekerasan kepada Ade Armando.
“Ada dua orang yang kita sudah berhasil lakukan penangkapan, diantaranya atas nama Markos Iswan, ini berperan dalam aksi kekerasan melakukan pemukulan terhadap korban. Markos Iswan kita lakukan penangkapan di daerah Sawangan, Kota Depok,” ujar Kombes Pol Zulpan.
Penangkapan pelaku atas nama Markos Iswan dilakukan Kamis, 14 April 2022 dini hari tadi pukul 01.25 WIB. Sementara pelaku lain yang berhasil ditangkap bernama Al Fikri Hidayatullah di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada pukul 02.55 WIB dini hari tadi.
“Dan terhadap mereka yang sudah kita lakukan penangkapan ini, kita telah melakukan pemeriksaan, dan mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi kekerasan ini,”
Jadi total ada sebanyak tujuh tersangka dalam aksi kekerasan terhadap Ade Armando yang berhasil diamankan oleh Polda Metro Jaya. Mereka adalah Komarudin, M. Bagja, Dhia Ul Haq, Arief Fardiani, Abdul Latip, Markos Iswan, dan Al Fikri Hidayatullah.
Arief Fardiani adalah adalah orang yang melakukan provokasi dalam aksi tersebut dan berhasil ditangkap di Jakarta.










