Pelaku Kasus Subang Belum Juga Tertangkap, Pakar Hukum Angkat Bicara

Pelaku Kasus Subang Belum Juga Tertangkap, Pakar Hukum Angkat Bicara

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pakar hukum, Dr Musa Darwin Pane ikut angkat bicara soal kasus Subang lantaran pelaku pembunuh Tuti dan Amel dalam peristiwa tersebut belum juga tertangkap.

Pakar hukum pidana itu mengaku yakin bahwa pelaku kasus Subang tersebut merupakan orang yang profesional yang sudah terbiasa menghadapi situasi mencekam.

Oleh karena itu, ia menduga ada dalang yang memerintahkan pelaku tersebut untuk menghabisi nyawa Tuti dan Amel.

"Kalau melihat dari pemaparan kepolisian yang disampaikan kepada media massa, memang ini pelakunya tidak hanya satu orang dan sudah direncanakan dengan matang," ujar Musa, Kamis 14 Oktober 2021 seperti dikutip dari Hops.

Dia juga menduga, pembunuh bayaran itu diperintah dan dibayar langsung orang terdekat korban. Namun, Musa tak bisa memastikan dengan detail siapa sosok pelaku tersebut.

"Pembunuhan ibu dan anak bisa saja menggunakan pembunuh bayaran, dan diduga pelaku utamanya tetap orang terdekat yang mengetahui gerak-gerik korban," tuturnya.

Lebih lanjut, Musa mengungkapkan jika mengacu pada teori kriminologi maka kejahatan itu pasti dipicu dari niat atau keinginan di awal. Barulah tindakan diambil saat pelaku memiliki peluang untuk melancarkan aksinya.

"Dan niat itu tentu bicara sikap batin, ada hal-hal yang mendorong dari dalam diri pelaku untuk menghabisi korban," tuturnya.

Diwartakan sebelumnya, pakar hukum Ricky Vinando juga ikut angkat bicara soal pelaku kasus Subang yang menewaskan ibu dan anak, Tuti-Amel.

Menurut Ricky, melihat perkembangan yang ada sekarang terkait kasus Subang itu publik jangan berharap pelaku bisa ditemukan dalam waktu dekat.

Bahkan, menurut Ricky, saking terlalu lamanya proses penyelidikan kasus Subang itu ia membuat perandaian bahwa sampai lebaran kuda pun pelaku pembunuh istri dan anak Yosef tersebut tidak akan terungkap.

"Sampai lebaran kuda, kita tak akan pernah bisa menemukan saksi yang melihat langsung peristiwa pembunuhan, karena ini TKP-nya di dalam rumah, sudah pasti saat pembunuhan dilakukan semua pintu rumah ditutup, baik pintu depan dan belakang," ujarnya.