Terkini.id, Jakarta - Sebuah maskapai di Australia, Qantas, dituding warganet sebagai pengikut aliran Illuminati dan Freemason.
Tudingan miring tersebut dilontarkan sejumlah netizen di Twitter dan YouTube lantaran sebuah berita ekonomi dari media Australia, 9News.com, terkait Qantas.
Yang menjadi perhatian dalam pemberitaan itu yakni foto yang dimuat. Dalam foto itu nampak pesawat Qantas tengah diparkir di hanggar bandara.
Sementara pada mesin jetnya terlihat ditutup cover berlogo segitiga dengan mata.
Netizen pun menuding bahwa gambar itu identik dengan logo Illuminati dan Freemason.
"Logo aneh Illuminati dan Freemason di cover mesin jet Qantas. Apa alasannya?" tulis salah seorang netizen, Jumat, 28 Agustus 2020 seperti dikutip dari 9Newscom Australia.
Merespons tudingan miring tersebut, Qantas pun mengatakan bahwa logo itu adalah bagian dari seni hias kain pembungkus mesin jet.
Menurut pihak Qantas, sebagian besar teknisi mereka adalah penggemar buku The Da Vinci Code.
"Seni bungkus mesin pesawat memang ada. Kami punya beberapa insiyur yang merupakan penggemar The Da Vinci Code, tapi kami sudah minta agar logonya pakai emoji dan smiley saja," demikian pernyataan Qantas.
Saat ini, foto yang menampilkan gambar pesawat maskapai Qantas dengan logo segitiga mata di cover mesin jetnya itu telah dihapus ileh 9Newscom.
Pada laman pemberitaan mereka, foto itu sudah diganti dengan gambar hangar pesawat Qantas.










