Terkini.id, Jakarta - Berdasarkan postingan UAS yang dibagikan di halaman instagram pribadi miliknya pada 1 hari yang lalu yaitu pada Selasa 17 Mei 2022, UAS mengungkapkan bahwa dirinya sedang ditahan disebuah ruangan sebelum ditolak masuk ke Singapura.
UAS dideportase dari Singapura tidak sendirian. Dia bersama dengan rombongan kerabat lainnya yang berjumlah enam orang. Semua rombongan UAS diketahui juga ditolak masuk ke sinlgapura.
Diketahui dari detik.com bahwa UAS masuk dengan dengan kapal MV. Brilliance of Majestic pada pukul 12.50 WIB melalui Pelabuhan Internasional Batam. Sumber terpercaya mengatakan bahwa dia berniat ingin berlibur dengan keluarga dan kerabatnya di singapura.
Penolakan yang terjadi pada UAS dan kerabat murni kebijakan dari negeri singa tersebut. Pihak Imigrasi sudah mengkonfirmasi bahwa berbagai dokumen seperti passport tidak ada yang bermasalah.
Melalui situs resmi kemendagri, Kementerian Dalam Negeri Singapura menyampaikan alasan penolakan masuknya UAS kedalam negara Singapura.
Diketahui sedikitnya ada empat alasan kenapa UAS bisa dideportase yaitu :
1. UAS pernah berceramah tentang Bom Bunuh Diri
2. Somad dikenal menyebarkan ekstremis dan segregasi yang tidak bisa diterima oleh masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.
3. Pernah membuat komentar tentang Salib Kristen merupakan tempat tinggal jin kafir (roh jahat)
4. Secara terbuka mengkafirkan ajaran agama lain
"Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai kafir. Pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura," mengutip situs resmi Kemendagri Singapura.

Berbagai reaksi dan tanggapan pun berdatangan terkait kabar UAS dideportase Singapura ini. Seperti Menparekraf Sandiaga Uno yang ditemui wartawan pada Selasa 17 Mei 2022 itu menyebutkan bahwa jangan dulu mengambil kesimpulan atau prasangka buruk terlebih dahulu. Mengingat sosok UAS adalah ulama sangat dihormati di Indonesia.
"UAS ini kan ulama besar ulama yang juga menjadi penggerak ekonomi kreatif dan ikut membantu kami juga mempromosikan beberapa destinasi wisata berbasis wisata religi dan beliau lah ulama yang kami muliakan juga dan kami sangat hormati. Oleh karena itu mari kita tidak berprasangka dulu kita dapatkan informasi secara menyeluruh," ujar Sandiaga.
Sebelumnya ternyata bukan kali pertama Singapura melarang tokoh agama masuk ke Singapura. Seperti contoh di tahun 2017 dua penceramah muslim yang berasal dari Zimbabwe dan Malaysia juga sempat ditolak masuk ke Singapura yaitu Ismail Menk dan Haslin bin Baharim.










