Terkini.id, Jakarta - Politisi PDIP Ruhut Sitompul memberikan perlawanan dengan membela mati-matian Arteria Dahlan yang saat ini terjerat sebuah kasus.
Dikabarkan, setelah Edy Mulyadi ditetapkan sebagai tersangka akibat ujaran kebencian, publik pun mempertanyakan soal Arteria Dahlan yang tidak ditahan.
Ruhut pun mengatakan bahwa kasus yang menjerat Edy Mulyadi dan Arteria Dahlan sangatlah berbeda.
Oleh karenanga, bagi Ruhut, sangat wajar kalau perlakukan hukum yang diterima keduanya juga berbeda.
Dengan demikian, Ruhut membantah pandangan publik yang menyebut bahwa kasus yang menjerat keduanya, adalah sama.
Ruhut Sitompul menilai bahwa kasus keduanya berbeda. Menurutnya, Edy Mulyadi mengeluarkan pernyataannya yang bermuatan SARA di sebuah konferensi pers. Sementara, Arteria menyampaikan di ruang sidang.
“Kan ini (pernyataan Edy Mulyadi) secara terang benderang disampaikan dalam, katakanlah media sosial, mengundang semua, konferensi pers itu. Itu kan jelas, banyak unsur yang terpenuhi," ujar Ruhut
"Terkait dengan rekan saya, kader PDI Perjuangan, itu kan waktu rapat dengar pendapat di DPR,” sambung Ruhut, dikutip dari Hops.id via Bertuahpos pada Jumat, 4 Februari 2022.
Ruhut menyebut, kasus Arteria Dahlan viral di media sosial sehingga ‘digoreng’ oleh publik. Arteria Dahlan mengkritisi pejabat kejaksaan, bukan menyatakan ujaran kebencian.
“Dan dia mengkritisi ada pejabat kejaksaan, mungkin namanya wakil rakyat, ada yang melaporkan, ‘mbok kalau kasih pengarahan jangan pakai bahasa daerah’, kan begitu. Tapi yang namanya medsos sekarang, digoreng kiri kanan,” jelas Ruhut.
Meski demikian, Ruhut mengatakan PDIP telah mengambil langkah tegas terhadap Arteria Dahlan.
“Tapi tetap, partai kami tegas, ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum kami langsung menugaskan Sekjen, beliau (Arteria Dahlan) dipanggil. Beliau harus cabut kata-katanya, minta maaf,” ungkapnya.
Ruhut kemudian, membandingkan sikap partainya dengan PKS yang merupakan partai dari Edy Mulyadi.
“Ini maaf nih, nggak ada maksud, apapun, Edy tuh kader PKS lho, caleg lho, tapi nggak jadi. Saya lihat nggak ada, partainya diam-diam aja. Akhirnya Edy juga yang ngomong (minta maaf),” pungkasnya.










