NATO Ultimatum akan Serang Taliban Jika Menjadi Rumah bagi Teroris!

NATO Ultimatum akan Serang Taliban Jika Menjadi Rumah bagi Teroris!

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Kabul - NATO ultimatum akan serang Taliban jika menjadi rumah bagi teroris! Pakta Pertahanan Atlantik Utara alias NATO mengultimatum Taliban agar tidak menjadikan Afghanistan menjadi negara sarang terorisme lagi. Jika tidak, NATO menegaskan akan mengambil langkah tegas guna menyerang dengan kekuatan militer penuh terhadap kelompok teroris dari jarak jauh.

“Mereka yang sekarang mengambil alih kekuasaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan, teroris internasional tidak mendapatkan kembali pijakannya,” terang Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, seperti dilansir dari Reuters via rri.co.id, Rabu 18 Agustus 2021.

Menurut NATO, pihaknya memiliki kemampuan untuk menyerang kelompok teroris dari jarak jauh jika melihat kelompok teroris kembali mencoba membangun diri mereka sendiri dan merencanakan, mengatur serangan terhadap sekutu NATO dan negara mereka.

Peringatan dari NATO ini mengacu kepada sejarah Taliban dan kelompok teroris Al-Qaeda, yang pemimpinnya pada saat itu Osama bin Laden mengkoordinir serangan ke gedung World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001 silam.

Seperti diketahui, Taliban adalah pihak yang dianggap bertanggung jawab lantaran menampung dan melindungi Osama bin Laden pada waktu itu. Saat itu, Taliban memang masih menguasai Afghanistan.

Hal itu pula menjadi alasan utama intervensi Barat yang menjadi operasi militer terbesar pertama NATO di luar Eropa.

Akan tetapi, ketika aliansi itu menyelesaikan operasi militer musim panas ini setelah hampir dua dekade, Taliban dengan cepat maju merebut kota-kota terbesar dalam beberapa hari.

Pengambilalihan Ibu Kota Kabul secara tiba-tiba, menyebabkan ribuan orang mengungsi ke bandara kota. Naasnya, eksodus warga Afghanistan yang hendak keluar dari Afghanistan masih terkendala keterbatasan pesawat pengangkut militer AS.

Sementara, secara bersamaan milisi Taliban sudah mengusai Istana Kepresidenan sehingga hal itu membuat pengungsi ketakutan dan putus asa untuk mendapatkan penerbangan evakuasi.

Di Brussel, seorang jurnalis wanita Afghanistan yang hampir menangis bertanya kepada Stoltenberg apa yang akan dilakukan Barat untuk semua orang yang rentan di negaranya, membuat pimpinan NATO tersentuh.

Stoltenberg meminta Taliban untuk memfasilitasi keberangkatan semua orang yang ingin meninggalkan Afghanistan, dan mengatakan sekutu pertahanan Barat telah setuju untuk mengirim lebih banyak pesawat evakuasi ke Kabul.

Pada saat yang sama, ia menyatakan frustrasi dengan kepemimpinan Afghanistan, menyalahkannya atas keberhasilan mudahnya Taliban melakukan kudeta.

"Sebagian dari pasukan keamanan Afghanistan bertempur dengan berani," kata Stoltenberg.

"Tetapi mereka tidak dapat mengamankan negara, karena pada akhirnya kepemimpinan politik Afghanistan gagal melawan Taliban dan mencapai solusi damai yang sangat diinginkan orang Afghanistan,” imbuhnya.