Terkini.id, Jakarta - Anies Baswedan buka suara soal nasib 3000 karyawan Holywings yang terancam kehilangan pekerjaan lantaran usaha itu ditutup.
Sebagaimana diwartakan sebelumnya bahwa Pemprov DKI Jakarta menutup Holywings lantaran disebut telah melanggar aturan perizinan. Sekitar 3 ribu karyawan Holywings terkena dampak penutupan gerai yang ada di Jakarta.
Mereka ikut menanggung konsekuensi atas kasus promo minuman keras atau miras gratis untuk Muhammad dan Maria (orang yang memiliki nama keduanya).
Selain itu, pelanggaran ketentuan dari DPPKUKM DKI Jakarta mengenai penjualan minuman beralkohol di 12 gerai di Jakarta.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta untuk memikirkan nasib karyawan Holywings yang dirumahkan tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya angkat bicara soal nasib para karyawan yang terkena dampak penutupan Holywings.
''Bagi kita semua, perlindungan terbaik bagi karyawan dari semua kegiatan adalah ketaatan pada ketentuan hukum," ungkap Anies setelah peresmian Gapura Chinatown di Pecinan Glodok, dikutip Terkini.id dari JPNN pada Selasa, 5 Juli 2022.
Anies menegaskan bahwa jika karyawan dan investasi ingin dilindungi, maka perusahaan harus mampu mentaati peraturan. Dirinya juga berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak.
"Jadi, kalau ingin investasi dan karyawannya dilindungi, taati peraturan,'' ungkap Anies menegaskan pernyataannya.
''Kalau mau karyawan dilindungi, taati semua peraturan. Itulah perlindungan terbaik bagi karyawan dan investasi,'' ucap Anies.
''Kami berharap ini menjadi pelajaran bagi semua. Mari, review dan pastikan semua ketentuan yang ada ditaati. Dengan begitu, kegiatan usaha mendapatkan rasa aman,'' ucap Anies.










