Terkini.id, Jakarta - Karya Bram Ferino bersama produser AFik Haryadi dari PH AFiCi Entertainment berdurasi 107 menit telah lolos sensor 13+ dari laman LSF.go.id.
"Ide dasarnya saya yang cetuskan dari judul, lalu ditulis oleh BRAM Ferino yg sekaligus didapuk jadi sutradaranya, alur cerita ini dibuat dari ruang fiksi namun ada beberapa konflik kita masukan sedikit kebudayaan lokal yg kita kembangkan," jelas AfiK dalam keterangan tertulisnya kepada terkini.id.
Lanjut ia menjelaskan bahwa film ini tidak berpatokan dengan budaya tertentu karena khawatirnya akan menjadi polemik.
AfiK juga menjelaskan akan segera membuat film bergenre drama jadi tidak melulu horor.
Menarik, Tari Kematian itu bernarasi akan kegigihan pelajar dengan keterbatasan kemampuannya sebagai penari.
Sinopsis Singkat:
Kinara (Clarice Cutie), seorang siswi kelas X SMA, bercita-cita ingin menjadi penari handal seperti ibunya.
Sementara ibunya, Diah (Lilis Suganda), mengalami gangguan delusional sejak kepergian suaminya.
Diah tidak mendukung keputusan Kinara untuk menjadi penari. Apalagi Kinara tidak pandai menari hingga sering dijadikan bahan olokan teman-temannya di sanggar tari sekolah. Kejadian aneh dialaminya saat ia sedang study tour ke sebuah pulau.
Ia mempelajari sebuah tarian kuno yang terlarang karena dinilai mematikan. Kepulangannya dari pulau itu membuatnya jadi handal menari.
Namun, hal itu justru membuat nyawa teman-teman dan orang yang dicintainya terancam.










