Namanya Dicatut, Sekjen PB PMII Angkat Bicara

Namanya Dicatut, Sekjen PB PMII Angkat Bicara

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Jakarta - Terkait pemberitaan dilepaskannya PMII Komisariat UIN Alauddin Makassar setelah Badan Pengurus Harian (BPH) PMII cabang Makassar mengeluarkan surat keputusan hasil rapat pleno, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PMII Sabolah Al Kalambi angkat bicara. Sabolah Al Kalambi menanggapi sebuah kiriman berita dari seorang citizen (warga) atas nama Ridwan dengan judul "Pengurus Cabang PMII Makassar Lepas Komisariat UIN Alauddin, Ini Reaksi Sabolah Sekjend PB". Dalam pemberitaannya tersebut, Citizen Ridwan menyebutkan bahwa Sabolah saat bertemu dengan Dewan Pembina Komisariat UIN Taqdir Khair, pada 24 Juli 2019, mengaku baru mendengar masalah internal PMII Makassar tersebut. Dalam keterangan tertulisnya kepada terkini.id, Sabtu, 27 Juli 2019, Sabolah mengatakan apa yang disebutkan dalam naskah pemberitaan Ridwan itu tidak benar sepenuhnya. "Menyikapi pemberitaan sebelumnya yang mengatasnamakan komentar saya secara institusi, terkait persoalan internal PC PMII Makassar saya Sabolah Al Kalambi atas nama pribadi mengatakan bahwa itu semua tidak benar," kata Sabolah di Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019. Dalam klarifikasinya, Sabolah mengungkapkan bahwa dirinya telah mengetahui persoalan internal PMII Makassar. "Terkait persoalan yang terjadi kami serahkan ke internal PKC PMII Sulsel, karena jauh hari sebelumnya saya tahu ada polemik yang terjadi dan semua itu kami serahkan ke PKC Sulsel untuk menyelesaikan. Jadi tidak betul itu kalau saya tidak tahu persoalan ini," ujarnya.

Sekjen PB PMII minta semua pihak untuk tidak menggunakan namanya tanpa izin

Sabolah Al Kalambi menegaskan bahwa pertemuannya dengan Taqdir Khair adalah sebuah kebetulan, dan tidak direncanakan sebelumnya. "Untuk itu saya menekankan bahwa pertemuan saya dengan salah satu pembina PMII UIN Makassar, saudara Taqdir, adalah sebuah kebetulan tidak ada janji dan ngobrol biasa sehingga kaget juga ketika obrolan biasa dijadikan berita tanpa izin," ungkapnya. Maka dari itu, ia meminta kepada semua pihak untuk tidak lagi menggunakan namanya tanpa ada konfirmasi sebelumnya kepada dirinya. "Saya meminta kepada semua pihak untuk tidak lagi menggunakan nama saya tanpa ada konfirmasi sebelumnya dan terkait pemberitaan sebelumnya saya meminta untuk tidak digunakan sebagai strategi penguatan," harap Sabolah. "Kemudian hari saya berharap tidak ada lagi pencatutan nama saya, Yang dapat merugikan saya secara pribadi ketika hal ini masih berlanjut saya akan mengambil jalur hukum sebagaimana mestinya," tegasnya.