Musyawarah Luar Biasa Partai Hanura Berakhir Ricuh Tanpa Adanya Keputusan

Musyawarah Luar Biasa Partai Hanura Berakhir Ricuh Tanpa Adanya Keputusan

Helmi Yaningsi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Musyawarah Luar Biasa Partai Hanura Sulawesi Selatan berakhir tanpa adanya keputusan. Agenda terkait pemilihan calon Ketua batal dilaksanakan karena terjadi kericuhan dalam musyawarah tersebut.

Diketahui bahwa kericuhan dipicu karena calon ketua Partai Hanura yang ditolak pendaftarannya oleh pimpinan sidang Musdalub. Sehingga terjadi perdebatan di dalam forum hingga agenda sidang pemilihan ketua pun batal digelar.

Ketua DPC Partai Hanura Makassar, Muh Yunus HJ mengatakan pada awalnya sidang berjalan dengan lancar. Namun setelah memasuki agenda pemilihan Ketua DPD Sulsel terjadi kericuhan.

"Ada kericuhan sedikit saat Musdalub. Awalnya berjalan lancar nanti tiba pada saat pencalonan itu ketua DPD Sulsel timbullah kericuhan," kata Yunus, Jumat 29 Oktober 2021.

Lebih jauh Yunus menerangkan, saat itu para peserta sidang mempertanyakan persyaratan untuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Hanura Sulsel.

Dia juga mengatakan calon ketua minimal mengantongi dukungan 30 persen atau 7 DPC dari 24 DPC yang ada.

"Tapi pimpinan sidang tidak memperlihatkan surat dukungan ini, mungkin karena lama peserta menunggu, akhirnya di situlah mulai timbul kericuhan itu," katanya.

Selanjutnya, kata Yunus peserta juga meminta kepada pimpinan sidang untuk tidak hanya menghadirkan calon ketua dari internal saja, namun harus juga menghadirkan calon ketua dari eksternal.

"Tapi informasi dari DPC Maros bahwa calon eksternal sempat mendaftar dan diterima pendaftarannya tapi dalam musyawarah ditolak. Inilah cikal bakal timbulnya kericuhan," ungkapnya, dilasir dari Detkcom.

Kandidat calon Ketua DPD Hanura Sulsel dari eksternal ini ditolak oleh pimpinan sidang. Belakangan diketahui kandidat ini memiliki dukungan yang dianggap sesuai dengan persyaratan untuk mencalonkan diri.

"Karena kalau hanya musyawarah dengan satu calon kita minta saja DPP diskresi saja atau diputuskan saja oleh pusat. Ternyata calon dari eksternal ini punya dukungan sebanyak 18 DPC, itu sah tapi ditolak pada saat pendaftaran," katanya.

Pimpinan dan segala perangkat sidang pun kemudian dievakuasi ke luar ruangan sehingga Musdalub Partai Hanura Sulsel ditutup tanpa ada keputusan.

"Musdalub ini ditutup tanpa ada keputusan dan diserahkan ke pimpinan pusat," katanya.