Museum SBY Diserang Karena Isu Makam Gus Dur, Netizen : Hati-hati Kualat Pak!

Museum SBY Diserang Karena Isu Makam Gus Dur, Netizen : Hati-hati Kualat Pak!

EP
Sukma A
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Polemik perihal Museum SBY tak kunjung usai. Banyak yang mengomentari hal ini dikarenakan mendapatkan dana hibah sebesar Rp 9 miliar.

Pembangunan museum yang berada di Pacitan, Jawa Timur ini mendapatkan dana hibah dari APBD Jawa Timur, tak heran banyak yang protes akan hal ini.

Banyak masyarakat yang berpikir bahwa dana sebesar itu baiknya untuk menjalankan program pemerintah yang lebih 'merakyat' dibandingkan pembangunan museum.

Tak hanya itu, banyak juga yang mempertanyakan fungsi dari museum itu jika dibangun. Mengingat keadaan sekarang di tengah pandemi Covid-19.

Politisi asal Partai Demokrat pun angkat bicara melihat polemik ini. Rachland menanggapi polemik ini dengan menyinggung makam dari Presiden Indonesia ke-4, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Rachland awalnya mengatakan bahwa tidak ada yang salah dalam membangun Museum Kepresidenan. Hal ini merupakan hal baik untuk menyimpan sejarah perjalanan seorang presiden.

"Tak ada yang salah dengan Museum Kepresidenan. Kita punya museum Bung Karno dan Amerika Serikat punya museum dari Presiden-Presidennya. Museum adalah jejak bagi ingatan sejarah, bisa juga rujukan bagi standar pencapaian pada suatu bangsa. Dan obyek wisata bagi pendapatan daerah" tulisnya melalui akun Twitter pribadinya, @rachlannasidik pada 17 Februari 2021.

Hal itupun ditanggapi oleh salah seorang warganet dengan akun @EAndalusy merespon hal ini.

"Yang bikin prihatin dan tuhan tidak suka kok teganya dimasa krisis pandemi ini ada yg ngemis anggaran hanya demi museum keluarga." tulis warganet tersebut.

Rachland pun menanggapi hal ini dengan mengatakan pendanaan yang dipakai membangun museum itu pun juga tidak seluruhnya berasal dari APBD Pemprov Jawa Timur.