Terkini.id, Jakarta - Roy Pakpahan, seorang aktivis dan pengacara ini membeberkan jasa eks Sekretaris Umum FPI, Munarman dalam pembangunan salah satu gereja di Cinere.
Roy yang sudah lama mengenal Munarman meyakini bahwa Munarman merupakan sosok yang sosialis serta pro demokrasi.
Pernyataan Roy ini terekam dalam video yang diunggah kanal YouTube Hersubeno Point dengan judul 'Roy T Pakpahan: Munarman Jamin Pendirian Gereja | Tak Mungkin Terlibat Terorisme' pada Jumat, 30 April 2021.
"Karena waktu itu dia menjabat sebagai salah satu tim bantuan hukum advokasi bagi kelompok-kelompok pro demokrasi, yang saat itu banyak ditangkap 'diamankan' oleh pihak keamanan," ujar Roy dikutip dari Pikiran Rakyat.
Dalam kesempatan itu juga, Roy menyebut bahwa Munarman turut menjamin pembangunan Gereja HKBP Cinere pada tahun 2010.
Padahal, saat itu, Roy mengatakan bahwa sejumlah pihak menolak adanya pembangunan gereja tersebut hingga akhirnya dirinya meminta bantuan Munarman.
"Saya kontak Maman, saya bilang begini, 'itu gereja bokap gua tuh di HKBP Cinere susah dibangunnya, karena banyak pihak-pihak yang protes', terus Maman tanya, 'surat-suratnya lengkap?', 'lengkap' saya bilang, 'izinnya ada? udah ada'. (Munarman lalu bilang) ' Yasudah kalau prosedur hukumnya sudah ada, proses administrasinya lengkap, izinnya juga sudah, ya nggak boleh dong ditolak begitu saja tanpa argumentasi yang kuat," ujarnya.
Menurut Roy, Munarman memastikan bahwa dirinya akan mendapatkan bantuan dari Munarman.
"Ya kontak ajalah, kontak aja, pasti gue bantu Roy. Ya masa kita, (itu) rumah ibadah kok, izinnya lengkap, kok kita tolak-tolak. Ya nggak bisa kan kita negara hukum," kata Roy Pakpahan menirukan jawaban Munarman pada saat itu.
Atas dasar inilah menurut Roy, Munarman merupakan sosok yang nasionalis.
Roy menilai bahwa tudingan teroris kepada Munarman terlalu dini.
"Ya saya menganggap dia adalah orang yang nasionalis, orang yang sudah teruji untuk urusan NKRI," tutur Roy.
"Jadi kalau ada yang mengecap teroris segala macam, itu terlalu pagi ya, terlalu dini," pungkasnya.










