Minyak Goreng Semakin Mahal, Politikus PDI Perjuangan: Saya Sampai Meminta Presiden Turun!

Minyak Goreng Semakin Mahal, Politikus PDI Perjuangan: Saya Sampai Meminta Presiden Turun!

Muhammad Ifan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta- Minyak goreng adalah komoditas yang paling banyak menjadi bahan pembicaraan masyarakat.

Hal itu terjadi karena harga komoditas minyak goreng semakin hari semakin melonjak.

Politikus PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Sitorus turut mengomentari kinerja pemerintah, terkhusus Presiden Jokowi berkaitan erat dengan persoalan mahalnya harga minyak goreng.

Deddy Sitorus merasa dirinya harus memberikan pendapatnya untuk meminta agar Presiden Jokowi turun akibat persoalan kenaikan harga minyak goreng.

“Bahkan saya pribadi, sebelum Presiden ber apa namanya, menginap di calon ibu kota negara itu, saya sampai merasaa harus bersuara di medsos meminta Presiden turun” Ungkap Deddy Sitorus dalam kanal Youtube tvOneNews, pada Minggu, 20 Maret 2022.

Menurut Deddy Sitorus, persoalan minyak goreng disebabkan oleh dua hal, yakni ogipoli dan mafia

“Karena memang kendalanya dalam soal minyak goreng ini adalah adanya oligopi dalam apa namanya CPO dan minyak goreng dan adanya mafia-mafia di mana-mana” Ungkap Deddy Sitorus.

Politikus PDI Perjuangan ini juga memberikan pernyataan bahwa Fraksi PDI Perjuangan di Komisi VI DPR RI sudah mempersoalan kenaikan harga minyak goreng ini dari bulan November 2021 sampai saat ini.

“Dan kita di Komisi VI yah dari Fraksi PDI Perjuangan dari bulan November 2021 sudah mempersoalkan soal mulai naiknya harga minyak goreng secara berjenjang” Tegas Deddy Sitorus.

Pernyataan Politikus PDI Perjuangan, Deddy Sitorus ini sangat menarik karena dirinya berani meminta Presiden Jokowi yang juga diketahui sebagai kader PDI Perjuangan untuk turun karena persoalan kenaikan harga minyak goreng ini.