Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah meminta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) seluruh Indonesia untuk meminta keluarga tidak memilih Partai Amanat Nasional (PAN) di Pemilihan Umum (Pemilu) nanti.
Pasalnya, ia menilai Juru Bicara PAN, Febri Wahyuni tidak memiliki adab terhadap Menteri Agama (Menag) sekaligus Ketua Umum Ansor, Yaqut Cholil Qoumas.
“Untuk teman-teman Banser seluruh Indonesia, di pemilu nanti beritau seluruh keluarga untuk jangan piIih partai PAN,” kata Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 31 Maret 2022.
“Lihat kualitas jubirnya tidak punya adab terhadap menteri agama Gus Yaqut Cholil Qoumas,” sambungnya.
Bersama pernyataannya, Chusnul Chotimah membagikan cuitan Jubir PAN, Febri Wahyuni yang menyebut Menag Yaqut dengan sebutan “Yakult”.
“Yaaah panteslah koordinasinya sama yakult... wkwkwk Revisi RUU wajib!!” kata Febri Wahyuni melalui akun twitter @UniEbby pada Rabu, 30 Maret 2022.
Febri mencuitkan itu ketika menanggapi cuitan yang mengunggah video Menag Yaqut dan Menteri Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Mendibukbudristek), Nadiem Makariem.
Dalam video tersebut, Menag Yaqut dan Mendikbudristek Nadiem menjawab isu hilangnya kata “madrasah” dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).
Usai ramai dikritik, Febri Wahyuni pun mengaku hanya melakukan kesalahan penulisan atau typo dan tidak bermaksud menyerang Menag Yaqut secara pribadi.
“No hard feeling ya guys...penggunaan nama itu typo karena aku ngetweetnya pakai hp samsung,” kata Febri Wahyuni.
“Jadi pas ngetik Yaqut malah jdinya Yakult karena aku pernah ngetweet menggunakan kata itu sebelumnya. Next time I’ll do better. Saya tidak bermaskud untuk kasar,” sambungnya.
Febri Wahyuni mengaku dirinya baru sadar melakukan typo ketikam cuitannya telah ramai ditanggapi.
Ia menyebut akan menjadikan ini pelajaran dan berharap netizen menyimak cuitan-cuitan lainnya yang lebih substansial.
“Wajar kalau ada yang framing tweet saya yang typo karena auto text. Bagaimanapun tweet itu tidak bermaksud menyerang Menag secara pribadi,” kata Febri Wahyuni.
“Itu murni typo karena auto text hp, saya memang jarang sekali utk mengetik kata Yaqut. Selama ini saya lebih sering mention dg Kata Menag,” sambungnya.
Jubir muda PAN ini mengatakan bahwa kalimat yang seharusnya adalah “yaa pantaslah koordinasinya sama Yaqut, wkwkwk RUU direvisi wajib!!".
“Kalau dibaca dg baik tidak ada unsur mencela Menag secara pribadi. Kalimat ini juga hanya sanggahan dari cuitan yg ada video Mendikbud dg Menag. Bukan tweet kritikan,” katanya.










