Terkini.id, Makassar - Pelacakan kasus Covid-19 di Kota Makassar terbilang masih lemah. Minimnya tenaga kesehatan yang memiliki sertifikat untuk melakukan pemeriksaan Swab disinyalir sebagai salah satu persoalan.
Rencana pemerintah kota menambah titik pemeriksaan diperbatasan dan pusat kerumunan pun terkendala. Pemerintah menargetkan ada 15 titik yang tersebar melakukan pelacakan kasus.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan saat ini menunggu Badan Kesehatan Nasional untuk melakukan pelatihan terhadap tenaga kesehatan.
"Badan kesehatan Nasional yang ada di Makassar lagi ke Sulteng. Selasa baru mulai di-training," kata Danny Pomanto, Jumat, 20 Agustus 2021.
Danny mengatakan pihaknya kekurangan analis yang bisa melakukan Swab. Ia mengatakan masih membutuhkan sebanyak 306 tenaga kesehatan untuk memasifkan pelacakan kasus.
Beban tenaga kesehatan yang ada saat ini sudah maksimal. Danny khawatir tenaga kesehatan akan kewalahan bila tak ada penambahan dalam waktu dekat.
"Karena dia jalankan vaksinator, dia juga jalankan pemeriksaan Swab, dia juga Covid-19 Hunter. Dia juga Home Care. Jadi kasihan," ungkapnya.
Di sisi lain, Danny menyebut pelacakan kasus Covid-19 bukan untuk menyusahkan masyarakat saat beraktivitas. Melainkan, kata dia, untuk mengamankan masyarakat dari kasus Covid-19.
"Jadi jangan diartikan bahwa ini menakut-nakuti orang. Gak usah takut. Ini hidung dikorek, sama juga kalau telinga dikorek. Cuma memastikan bagaimana orang sehat dan orang sakit terpisah," ungkapnya.
Bila mengetahui ada pemeriksaan Swab diperbatasan, Danny meminta masyarakat untuk tak menghindar dan mencari jalan lain. Ia meminta masyarakat ikut berpartisipasi memberi rasa aman dengan memastikan diri terbebas dari Covid-19.
"Mesti berpikir terbalik begitu. Jangan dibilang nanti ada Swab. Justru Swab itu adalah proses," kata dia.










