Merasa Dipenjara, Kakek Berstatus PDP Ini Berontak Saat Dievakuasi ke Ruang Isolasi

Merasa Dipenjara, Kakek Berstatus PDP Ini Berontak Saat Dievakuasi ke Ruang Isolasi

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Probolinggo - Beredar sebuah video yanh memperlihatkan seorang Kakek berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) berontak saat dievakuasi petugas medis COVID-19 ke ruang isolasi rumah sakit.

Dilihat dari video yang beredar, Jumat, 8 Mei 2020, tampak Kakek ini berteriak saat petugas medis berpakaian APD menutup pintu ruang isolasi.

Sang Kakek pun berusaha keluar sekuat tenaga dari ruang isolasi rumah sakit tersebut.

Sementara dua petugas medis dalam video itu tampak berupata menutup pintu ruang isolasi dan mencegah kakek ini keluar dari ruang isolasi.

Ia pun mengatakan kepada petugas medis bahwa dirinya merasa dipenjara. Padahal, kata si Kakek, ia tidak melakukan kesalahan apapun.

"Saya nggak salah, kok mau dikerangkeng, dan dipenjara, saya tidak mau," kata si Kakek seperti terdengar dalam video itu.

Sang kakek pun berhasil keluar dari balik pintu kamar isolasi lantaran dua petugas medis tersebut sudah kewalahan menahan si Kakek.

Saat keluar dari balik pintu, sang Kakek hanya tampak mengenakan celana dalam, sarung dan peci hitam.

Kakek ini juga terus mengomel kepada petugas medis dalam bahasa daerah Probolinggo.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa dalam video viral itu terjadi di RSUD Tongas, Probolinggo, Jawa Timur.