Menuju FEMME dan CBFW 2019, Desainer Jepang Ini Angkat Konten Lokal

Menuju FEMME dan CBFW 2019, Desainer Jepang Ini Angkat Konten Lokal

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id,Makassar  –  3Pro Entertainment selaku penyelenggara pameran fashion terbesar Kawasan Timur Indonesia kembali menggelar The International Woman Exhibition Female on The Move (FEMME) dan Celebes Beauty Fashion Week (CBFW) yang akan akan memamerkan berbagai jenis koleksi dan produk serta pertunjukan di ajang tersebut.

FEMME 2015

https://youtu.be/lI98hUQej9w Perhelatan ini akan berlangsung mulai 3 hingga 7 April 2019 mendatang di Four Points by Sheraton Makassar jalan Andi Djemma Makassar. Di sini aka nada sebuah mahakarya Cross Culture antara Makassar dan Jepang bakal dipamerkan di Ajang bergengsi FEMME and Celebes Beauty Fashion Week (CBFW). https://www.instagram.com/p/BvaumESAj_m/?utm_source=ig_web_copy_link Diketahui bersama jika kekayaan tradisional Indonesia memang sudah dikenal luas di mancanegara. Tak heran bila para perancang busana Indonesia maupun international terinspirasi untuk mengangkatnya menjadi sebuah mahakarya. Chairwoman Femme, Icha A.Z Lili membenarkan jika dalam gelaran FEMME dan CBFW, pihaknya menghadirkan salah satu perancang busana dunia asal Jepang Steven Tach. Menurutnya Steven Tach  akan mengangkat  cross culture antara Makassar dan Jepang dengan menggunakan motif sutera khas Sulawesi Selatan.

FEMME 2016

https://youtu.be/PMqWgfTicyI “Steven Tach bakal mempersembahkan 16 outfits yang bertajuk kearifan lokal, gaya global yang berarti memurnikan kain tradisional dengan gaya yang canggih. Koleksi akan dipadukan dengan desain kontemporer dan kain budaya dengan dekorasi aksesoris,”ujarnya. https://www.instagram.com/p/Bvbb6eIALi8/?utm_source=ig_web_copy_link Terlebih lagi kata Icha, koleksinya dirancang menggunakan ciri khas Steven Tach yang merupakan cutting yang asimetris. Design yang sangat khas dan unik-unik, banyak bahan dibuat bertesktur, kombinasi beberapa bahan dan aesthetic shape. “Beberapa diantaranya ada design khas Steven Tach yang diadaptasi dari kimono,”terangnya.

FEMME 2017

https://youtu.be/-0UAnDzXJbk Masih kata Icha A.Z Lili, mengatakan FEMME dan CBFW memang selalu melibatkan deretan desiner kenamaan Indonesia dan international. Selalu ada kejutan yang dipersembahkan setiap tahunnya. Even kali ini menjadi gelaran yang sangat spektakuler dengan kehadiran desainer International sekelas Steven Tach. “Kita akan menghadirkan crossing kebudayaan yang dipersembahkan oleh Steven Tach yang mengangkat cross culture antara Makassar dan Jepang,”ungkapnya. [caption id="attachment_145259" align="alignnone" width="700"]Menuju FEMME dan CBFW 2019, Desainer Jepang Ini Angkat Konten Lokal Icha Az Lili (Chairwomen FEMME dan CBFW[/caption] Selain desainer international, kata Icha, FEMME dan CBFW 2019 juga menghadirkan deretan desainer kenamaan Indonesia lainnya juga bakal turut ambil bagian pada momen ini. Seperti Deden Siswanto, Ghea Panggabean, Indra Bekti, Dewi Sandra, Hengki Kawilarang, Mayaratih, Chintami Atmanegara, Ayu Dyah Andari, Ariy Arka, Harry Ibrahim, Ida Noer Haris, Kursien Karzai, Monika Jufry, Hannie Hananto, Sikie Poernomo, Jeny Tjahyawati, Gita Orlin, Appi Sayuti, Viena Muthia, Appmi (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indoneisa) Dan Ifc (Indonesian Fashion Chambers).

FEMME 2018 

https://youtu.be/u9_ZPINp61Y “Kami berharap dengan crossing kebudayaan ini agar mampu menjadi jembatan akan persilangan kebudayaan Indonesia pada umumnya dan Makassar pada khususnya dengan negara lainnya dalam karya tenun busana fashion dunia,”imbuhnya. https://www.instagram.com/p/BvWPE5dg2gC/?utm_source=ig_web_copy_link Sementara itu, Steven Tach dalam keterangan tertulisnya mengakui tema yang diangkat selalu terinsipirasi dari alam. Kurva organik yang alami dengan kombinasi yang sangat indah sehingga menghasilkan sebuah rancangan yang menawan. Ia mengaku menggunakan merek Indonesia Fashunica dengan mitra bisnis Mulia Denny. Ia berharap melalui merek tersebut akan menjadi jembatan antara Indonesia dan Jepang. “Saya snagat terhormat untuk bergabung dengan pekan mode ini. Karena kami dapat menghadirkan gaya global dengan budaya Jepang dan Indonesia,” ungkapnya.