Menjadi Hidangan Khas Idul Fitri, Berikut Sejarah Ketupat!

Menjadi Hidangan Khas Idul Fitri, Berikut Sejarah Ketupat!

EP
Nur Magfira
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Khususnya di Kabupaten Demak, yang terletak di Jawa Tengah, ketupat awalnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, salah satu dari sembilan wali Islam Jawa, pada abad ke-15.

Pada hari pertama Idul Fitri, setelah shalat Idul Fitri dan setelah orang-orang berkumpul di rumah teman dan keluarga untuk silaturahmi, ketupat barulah disajikan.

Kebiasaan seputar perayaan dan pesta Idul Fitri sangat erat kaitannya dengan ketupat. Dulu, hampir setiap rumah pasti sibuk membuat ketupat dari daun kelapa segar.

Setelah ketupat disiapkan, sudah menjadi kebiasaan masyarakat untuk berbagi sebagai tanda solidaritas dengan tetangga, keluarga, dan kerabatnya.

Ketupat banyak dijadikan kuliner dan tersebar di seluruh Indonesia, termasuk negara Asia Tenggara lainnya seperti, Singapura, Malaysia, dan Brunei.

Hal ini terjadi karena penyebaran agama Islam. Salah satu praktik budaya, menyajikan ketupat selama perayaan Idul Fitri, telah dihasilkan oleh munculnya Islam.

Sebagai simbol dari nafsu yang dibungkus oleh hati nurani, ketupat melambangkan permintaan maaf dan berkah.

Dengan kata lain, orang - orang harus mampu menolak keinginan mereka akan dunia dengan hati nuraninya.

Itulah itu sejarah ketupat yang diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga sehingga menjadi hidangan khas ketika lebaran Idul Fitri.