Terkini.id, Jakarta - Warga desa di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban sempat menjadi sorotan publik ketika para warga berbondong-bondong membeli mobil.
Diketahui bahwa warga desa mendapatakan uang miliaran rupiah setelah menjual lahan kepada perusahaan minyak.
Berbeda dengan warga desa lain, Tarsimah, warga desa yang berumur 60 tahun ini tidak 'ketiban untung' perihal ini.
Hal ini dikarenakan Tarsimah tidak memiliki lahan yang bisa di jual kepada pihak penjual.
Jangangkan memiliki tanah, Tarsimah mengatakan ia cukup kesusahan untuk mencukupi kebutuhannya.
"Tidak dapat apa-apa saya, ya hanya lihat orang yang jual tanah saja pada senang," ujarnya, dikutip dari Tribunnews, Jumat 19 Februari 2021.
"Ya seadanya bertahan. Melihat tetangga pada jual tanah ya saya tidak bisa apa-apa, tidak punya lahan untuk dijual juga," sambungnya.
Tarsimah juga mengatakan bahwa ia selama ini hidup dengan bantuan pemerintah. Tarsimah merupakan bantuan pangan non tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Tarsimah hanya hidup bersama suaminya, Parman yang kini sedang sakit dan kesusahan untuk berjalan. Kedua anaknya kini hidup di kota lain.
"Tidak punya tanah, ya hanya rumah ini. Saya dan suami sudah tidak kerja, dapat bantuan dari pemerintah," ujarnya.
Sebelumnya, warga Desa Sumurgeneng memborong 176 mobil setelah menjadi miliarder hasil penjualan tanah untuk proyek kilang minyak Grass Root Refinery (GRR).
Mobil yang diborong warga di antaranya Innova, Honda HR-V, Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero, dan Honda Jazz.










