Para ahli mengatakan jika anak yang masuk dalam kategori berkebutuhan khusus memiliki kecenderungan lebih menyukai menyendiri. Anak-anak yang masuk kategori berkebutuhan khusus tidak menyukai bersosialisasi bahkan dengan orang tuanya sendiri.
2. Kesulitan Berkomunikasi
Ciri selanjutnya adalah memiliki kesulitan dalam berkomunikasi. Kesulitan berkomunikasi terjadi karena anak memiliki kelainan fisik serta kesulitan mengungkapkan apa yang ada di hatinya.
3. Kontak Mata Tidak Fokus
Ciri-ciri ini merupakan ciri umum pada anak yang memiliki gangguan atau berkebutuhan khusus. Anak yang masuk kategori berkebutuhan khusus tidak nyaman jika harus memandang sesuatu dalam jangka waktu lama serta jika terjadi kontak mata, dia akan segera mengalihkan pandangannya.
4. Emosional
Ciri selanjutnya adalah emosional. Meski anak dengan gangguan lebih suka menyendiri, para ahli mengatakan jika anak-anak dengan gangguan cenderung memiliki psikologis yang emosional.
Emosional yang dimaksud bukan saja mudah marah, tetapi juga disebabkan karena merasa kesepian dan merasa berbeda dari teman-teman seusianya.










