Mencari ASS: Dalang Uang Palsu UIN Alauddin di Balik Ambisi Pilkada

Mencari ASS: Dalang Uang Palsu UIN Alauddin di Balik Ambisi Pilkada

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar — Inisial ASS kembali mencuat, kali ini bukan karena prestasi, melainkan dugaan keterlibatannya dalam kasus peredaran dan pembuatan uang palsu.

Sosok pengusaha sekaligus politisi ini diduga menjadikan uang palsu sebagai “modal” untuk mendukung ambisinya di dunia politik, termasuk pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Kasus ini terungkap setelah Kepolisian Resor Gowa berhasil membongkar jaringan peredaran uang palsu di Jalan Sunu, Makassar, dan Perpustakaan UIN Alauddin Samata, Gowa.

Kepala Kepolisian Daerah Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono, menjelaskan bahwa uang palsu tersebut diduga dirancang untuk mendukung kampanye politik.

“ASS sempat berniat maju Pilkada, tetapi tidak cukup kursi untuk mencalonkan diri. Bahkan, proposal pendanaan Pilkada Barru yang diajukannya juga ditolak,” ujar Yudhiawan, Kamis, 19 Desember 2024.

Rumah di Jalan Sunu dan Penangkapan Tersangka

Jejak kasus ini membawa polisi ke sebuah rumah di Jalan Sunu, yang diketahui milik ASS. Di lokasi tersebut, dua orang ditangkap: Muhammad Syahruna (52 tahun) dan John Biliater Panjaitan (68 tahun).

Syahruna diduga sebagai pelaku produksi uang palsu, sedangkan John berperan sebagai perantara transaksi.

Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa ASS diduga kuat sebagai penyandang dana utama. Dana yang dikirim ASS digunakan untuk membeli bahan baku uang palsu, yang produksinya berlangsung sejak 2010 dan mencapai puncaknya pada 2022.

Namun, hingga kini, ASS bersama dua buronan lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).