Menapak Jejak di Panggung Passompe: Apa Itu Identitas?

Menapak Jejak di Panggung Passompe: Apa Itu Identitas?

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Namun, bukan hanya luka yang muncul di panggung itu. Ada harapan dalam alunan lagu Bugis yang lirih, pakaian tradisional yang berdampingan dengan mode modern, dan dialog tentang keberanian mencari samudra baru meski penuh risiko.

Ironi Modernitas

Momen puncak datang saat aktor berpakaian jas dan gaun putih muncul. Kehadiran mereka menyiratkan era baru—lebih cepat, lebih canggih, tetapi tetap dengan perjalanan sebagai inti kehidupan. Mereka bergerak cepat, membawa diri dengan gaya baru, tablet, dan koper roda, seperti pejalan yang tak pernah berhenti.

Lagu Barat menyelingi, menambahkan ironi di tengah perubahan zaman yang tak kunjung menuntaskan pencarian makna. Dunia boleh berubah, tetapi pertanyaan mendasar tetap sama: Ke mana kita melangkah?

Passompe: Kisah Manusia

Passompe bukan hanya sebuah pementasan teater. Ia adalah sebuah manifesto tentang hidup: meninggalkan, mencari, dan terus melangkah meski kesedihan selalu mengintai.

Di bawah panggung Gedung Mulo, para aktor menghidupkan cerita perantau yang tak sekadar bergerak secara fisik, tetapi juga secara batin.

Di akhir pertunjukan saat lampu dimatikan, penonton terdiam lalu perlahan bergemuruh. Bukan karena cerita telah usai, tetapi karena Passompe justru menyalakan kembali pencarian makna yang tak pernah benar-benar selesai.

Di panggung itu, perjalanan menemukan rumah—bukan sebagai tempat, tetapi sebagai keadaan jiwa yang terus mencari.