Memilukan, Ini Postingan Terakhir Mahasiswi UIN Sehari Sebelum Dibunuh Pacarnya

Memilukan, Ini Postingan Terakhir Mahasiswi UIN Sehari Sebelum Dibunuh Pacarnya

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Makassar - Kasus pembunuhan terhadap mahasiswi UIN Alauddin Makassar, Asmaul Husna, menyisakan luka mendalam bagi kerabat keluarga dan teman -teman korban. Jasad korban ditemukan pada Sabtu 14 Desember 2019, di rumah kerabatnya, Perumahan Citra Elok, Jalan Tamangapa Raya 5, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel. Mahasiswi semester VII Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin tersebut diketahui dibunuh oleh pacarnya sendiri, Ridhoyatul Khaer. Ridho yang merupakan mahasiswa Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin itu, membunuh pacarnya dengan pisau dapur. Asmaul Husna diketahui dibunuh karena meminta pertanggungjawaban dari Ridho lantaran telah hamil 4 bulan. Namun, karena Ridho ketakutan, keduanya lantas cekcok di dalam kamar lalu terjadilah pembunuhan. Asmaul Husna dikenal aktif dalam organisasi kampus. Ia tercatat sebagai anggota Forum Kajian Ekonomi Syariah (Forkeis) UIN Alauddin Makassar Periode 2018-2019 dan KSAI FoSSEI Sulselbar Papua. Dia bahkan pernah menjadi Koordinator Departemen Media dan Jurnalistik periode tahun 2018-2019 di organisasi yang fokus pada pengembangan ekonomi syariah tersebut. [caption id="attachment_185590" align="alignnone" width="1157"]Memilukan, Ini Postingan Terakhir Mahasiswi UIN Sehari Sebelum Dibunuh Pacarnya Postingan terakhir Asmaul Husna. (Foto: Instagram @aulhsn_)[/caption] Sebelum dibunuh oleh kekasihnya, Asmaul Husna sempat mengunggah sebuah postingan di media sosial Instagramnya, @aulhsn_ pada 13 Desember 2019. Sehari sebelum ia dibunuh. Dalam postingan terakhirnya, ia mengatakan bahwa capaian terbesarnya adalah teman-temannya yang tetap bertahan bersamanya. "Capaian terbesarku selama ini bukan tentang seberapa banyak piala ku menangkan, bukan tentang seberapa banyak sertifikat yang ku kumpulkan, bukan tentang seberapa banyak rupiah yang ku peroleh, bukan seberapa tinggi ranking atau IPK yang ku dapat. Tapi, Capaian terbesarku adalah teman-temanku, manusia-manusia kuat yang mampu bertahan denganku,"