Terkini.id, Makassar - Hari Pendidikan Nasional atau yang biasa disingkat Hardiknas jatuh setiap tanggal 2 Mei.
Penetapan tanggal ini adalah berdasarkan tanggal lahir dari tokoh yang sangat berperan besar dalam pendidikan kita, yakni Ki Hajar Dewantara.
Namun peringatan Hardiknas bukan semata untuk mengenang hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, melainkan juga sebagai momentum untuk kembali menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme bagi seluruh warga pendidikan.
Biasanya masyarakat menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme itu dengan cara upacara bendera dan sejumlah rangkaian lainnya, namun tidak dengan tahun ini.
Memang ia, setiap tahun perayaan Hari Pendidikan Nasional selalu digelar dengan meriah dan berbagai rangkaian kegiatan lainnya, namun tahun ini, para satuan pendidikan mulai tak lagi berada dalam satu area untuk merayakan Hardiknas karena pandemi Covid-19.
Meski demikian, Kemendikbud selaku panitia penyelenggara Hardiknas tetap menyelenggarakan Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2020 pukul 08.00 WIB.
Berbeda dengan yang di daerah. Redaksi terkini.id, mencoba menghubungi Wakil Bupati Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Irwan Bachri Syam terkait bagaimana cara dia memperingati Hardiknas di tengah Pandemi Covid-19.
Menurut dia, mempringati Hardiknas di tengah Pandemi Covid-19 dengan cara di rumah saja karena memang di waktu yang bersamaan dirinya sedang melakukan isolasi mandiri pasca pulang dari kota Makassar.
"Saat ini saya dalam masa karantina mandiri diakibatkan saya baru tiba di Luwu Timur dari kota Makassar yang mana Makassar saat sudah PSBB kota zona merah. Dan Alhamdulllah sudah berjalan 10 hari," bebernya.
Dikatakan orang nomor dua di Lutim ini bahwa sesuai dengan tema Hardiknas tahun ini yakni “Belajar dari Covid-19” banyak hikma dan hal yang terpnting dari pandemi Covid-19 ini.
"Kalau kita lihat dari sisi positifnya, bahwa pendidikn dan pengajaran saat ini yang dilakukan di rumah siswa (i) masing-masing karena tidak lagi ke sekolah, kedekatan orang tua dan anak-anaknya sangat berarti dimana orangbtua menggantikan peran guru di sekolah untuk mngajarkan anak-anaknya langsung," ujarnya.
selain itu, orang tua juga tau bahwa begitu sulitnya menjadi guru formal bagi anak-anaknya sndiri, pendidikan agama secara langsung oleh orang tua ke anak-anak cukup luar biasa dan sebaginya.
"Dan takkala penting hikma di balik pandemi ini juga kepekaaan sosial kita diuji, kesabaran, keteraturan smuanya diuji terutama yang takkala pentingnya adalah menjaga kesehatan dan menjalankan protap COVID-19 ini demi menjaga diri, keluarga dan menjaga orang lain," urainya.
Irwan juga berpesan seluruh tingkatan strata pendidikan mulai PAUD hingga mahasiswa untuk lebih giat dan tekun selama proses belajar di rumah.
"Bagi anak-anak dan adik-adik semua dari seluruh tingkatan strata pndidikan mulai PAUD hingga mahasiswa untuk lebih giat dan tekun selama proses belajar di rumah. Jaga kesehatan, dan lebih sayang lagi ke keluarga terutama orang tua, sembari berdoa kepada Allah SWT semoga COVID-19 ini segera berakhir di bumi pertiwi Indonesia," tutupnya.










