Terkini, Jakarta - Meja yang dulunya menjadi tempat berbagi kebahagiaan di restoran McDonald's Indonesia, kini memiliki misi baru: menopang mimpi anak-anak Indonesia di ruang kelas.
Melalui program donasi furnitur, McDonald's Indonesia memberi kehidupan kedua bagi furnitur layak pakai dari restoran dan kantor, sekaligus menghadirkan semangat baru di sekolah-sekolah yang membutuhkan.
Di banyak daerah, sering kita jumpai anak-anak usia sekolah masih terkendala akan akses ke pendidikan yang layak.
Bukan karena kurangnya kemauan, tetapi karena keterbatasan fasilitas, meja dan kursi yang rusak, ruang kelas sempit, hingga rak buku yang sudah tidak layak pakai.
Namun, di tengah keterbatasan ini, hadir sekolah-sekolah inklusif seperti SDIT Nurul Huda di Cipinang, Jakarta Timur, serta PKBM Binar dan SMK Maleo di Bintaro, Tangerang Selatan, yang membuka pintu selebar-lebarnya tanpa memandang latar belakang ekonomi siswa.
PKBM Binar dan SMK Maleo, dua mitra lama McDonald’s Indonesia, telah bertahun-tahun memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak yang membutuhkan.
SMK Maleo, yang berdiri sejak 2005, dikelola oleh para guru dan relawan dengan dukungan donatur. Tak hanya mendapatkan pelajaran akademis, murid-murid juga dibekali keterampilan dan kepercayaan diri untuk masa depan yang lebih baik. Namun, semangat pengabdian itu kerap terbentur pada satu tantangan besar: keterbatasan fasilitas belajar.
Langkah Nyata untuk Pendidikan yang Lebih Baik
Melihat kebutuhan tersebut, McDonald's Indonesia, di bawah naungan PT Rekso Nasional Food, menyalurkan total 256 furnitur dan fasilitas belajar layak pakai berupa meja, kursi, lemari, rak buku, proyektor, laptop, hingga playland untuk ketiga sekolah penerima.
Setiap peralatan dipilih, dikurasi, dan disiapkan agar aman serta nyaman digunakan di kelas untuk mendukung konsentrasi belajar.










