Masinton Pasaribu Singgung Adanya Kementerian yang Mirip Seperti Partai Politik

Masinton Pasaribu Singgung Adanya Kementerian yang Mirip Seperti Partai Politik

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Masinton Pasaribu selaku Politikus dari Partai PDI Perjuangan (PDIP) kembali memberikan sindirannya terhadap seorang menteri dan kementerian yang menurutnya sedang sibuk kampanye untuk pemilu 2024 mendatang.

Dilansir dari gelora.co, Minggu 15 Mei 2022, Masinton Pasaribu menilai ada kementerian yang bergerak seperti sebuah partai politik khusus untuk menteri tersebut.

Maksud dari Masinton Pasaribu adalah bahwa sebuah kementerian memiliki foto sang menteri jauh lebih banyak dibandingkan foto Presiden Jokowi.

Masinton Pasaribu juga menambahkan bahwa seharusnya menjadi menteri itu tidak narsis. Sudah sepantasnya seorang menteri melaksanakan tugasnya sebagai pembantu presiden bukan malah kampanye demi pemilu 2024.

Selain itu fasilitas umum seperti ATM juga digunakan untuk alat kampanye. Pengguna ATM harus melihat wajah sang menteri tersebut baru bisa mengambil uang.

"Itu nggak boleh ada itu, cemen. (Seperti) Partai BUMN itu, dia memanfaatkan BUMN itu seperti parpol. Di mana-mana fotonya mejeng. Bahkan sampai ATM, kalau mau ke ATM nunggu penampakan dulu itu memperlambat transaksi," ujar Masinton Pasaribu dikutip dari gelora.co, Minggu 15 Mei 2022.

Masinton Pasaribu juga memberikan peringatan jangan sampai BUMN digunakan sebagai alat kampanye.

Ketakutan Masinton Pasaribu adalah BUMN dijadikan ajang untuk memperbaiki citra diri sang menteri di depan masyarakat umum.

Lebih lanjutnya lagi, ia berharap BUMN tidak diperintah oleh oligarki pemodal sehingga warna politik di Indonesia sirna.

"Jangan memanfaatkan fasilitas negara, BUMN digunakan seperti parpol untuk pencitraan diri," lanjutnya.

"Oligarki pemodal yang selalu saya tekankan, segelintir pemodal tadi yang ingin kuasai struktur kekuasaan penguasaan sumber daya baik ekonomi dan lain-lain, ini yang harus dihindari," pungkas Masinton Pasaribu.