Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif Wafat, Berikut Kronologi Kejadiannya!

Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif Wafat, Berikut Kronologi Kejadiannya!

Alhini Zahratana

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Tim dokter RS PKU Muhammadiyah Gamping menyampaikan terkait penyebab meninggalnya mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii di rumah sakit tersebut pada Jumat 27 Mei 2022 pukul 10.15 WIB hari ini.

Evita, dokter spesialis jantung dan pembuluh darahnya menjelaskan, Sebelum wafatnya Buya, beliau sempat mendapat serangan jantung pada awal Maret 2022 lalu namun kondisinya disebut membaik sehingga menjalani pengobatan dan kontrol berkala secara rutin di rumah sakit itu.

"Lalu di serangan jantung kedua ini, saat beliau masuk, kami langsung membentuk tim medis, dan kami juga koordinasi dengan tim dokter kepresidenan, lalu memberikan tindakan kataterisasi jantung pada beliau," kata Evita dilansir dari laman Tempo pada Jum'at, 27 Mei 2022.

"Namun selama proses kataterisasi jantung ini, pembuluh darahnya memang sudah sulit, penyumbatannya sudah terlalu banyak, terlalu keras dan sudah sangat sulit dilakukan pemasangan ring," sambung Evita.

Karena pemasangan ring tersebut sulit dilakukan, tim dokter memutuskan menempuh tindakan lain. Yakni operasi jantung untuk Buya.

Namun sebelum operasi dilakukan, Evita mengatakan, tim dokter RS PKU Muhammadiyah Gamping dan tim dokter kepresidenan pesimistis jika tindakan itu bisa menolong Buya.

"Kami lalu akhirnya putuskan lakukan dengan tindakan seoptimal mungkin dulu untuk kondisi beliau," kata Evita.

Evita menambahkan dengan pengobatan yang dilakukan sementara itu, Buya sempat membaik lagi kondisinya. Alat bantu oksigen Buya pun mulai dilepas.

"Beliau sudah mulai mobilisasi lagi, sudah fisioterapi, bahkan kami sudah merencanakan Buya dipulangkan dengan perbaikan itu," kata dia.

Namun pada Kamis sore, 26 Mei 2022, Buya kembali mengeluhkan nyeri dada dan sesak nafas. Dan ternyata beliau mengalami serangan jantung ketiga sehingga tim dokter kembali merawatnya di ruang gawat darurat.

"Lalu pada pagi ini, Buya mengalami henti jantung, lalu kami lakukan tindakan resusitasi jantung dan pengobatan jantung dan paru kurang lebih satu jam dan sempat membaik lagi," kata dia.

"Namun 40 menit kemudian Buya mengalami henti jantung lagi karena kondisinya memang sudah berat dan kembali dilakukan resusitasi jantung namun pertolongan terakhir ini tidak berhasil menolong," tambah Evita.

Buya pun akhirnya dinyatakan dokter tutup usia ke 87 pada pukul 10.15 WIB.