Terkini.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan keterlibatan Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir dalam pengadaan alat tes PCR.
Situasi mencekam pada paruh pertama 2020 telah mendorong Presiden dan DPR RI untuk mengajak peran serta masyarakat, untuk menanggulangi Covid-19 tersebut, dengan solidaritas sosial, tenang, dan kreatif.
Saat itu masyarakat seperti terteror oleh Covid-19, alat kesehatan tidak ada, masker hilang dari pasaran sebab ditimbun oleh pedagang gelap dan dijual dengan harga puluhan kali lipat, dan rumah sakit banyak yang menolak pasien Covid-19 karena jika pernah menerima pasien Covid bisa dijauhi orang.
“Dalam situasi itu banyak kelompok masyarakat merespons seruan DPR, termasuk Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir yang ikut serta dalam PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI)," ucap Mahfud dalam Webinar yang bertajuk 'Menguji Konsistensi Kebijakan Penanganan Pandemi Covid-19 Terhadap UUD 1945,' pada Sabtu 13 November 2021.
"Hal yang dilakukan GSI antara melakukan pengadaan PCR yang distribusinya ada yang berbayar dan ada yang digratiskan,” sambungnya.
Meski begitu, Mahfud menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud membela Luhut dan Erick. Ia pun mempersilahkan apabila dibutuhkan pemeriksaan kepada keduanya.
"Silakan terus diteliti, dihitung, dan diaudit. Masyarakat juga punya hak untuk mengkritisi. Nanti akan terlihat kebenarannya", ujar Mahfud dalam keterangan resmi Tim Humas Kemenko Polhukam RI pada Minggu 14 November 2021.
Mantan Ketua MK itu pun menyebutkan jika masyarakat sudah bisa bernafas lega dan bersyukur sebab selain konstitusional, kebijakan, dan langkah Pemerintah dalam menghadapi Covid-19 sudah cukup efektif.
Di dunia internasional, menurut Mahfud, penanganan Covid-19 di Indonesia dinilai termasuk yang terbaik.
"Meski begitu kita harus tetap waspada dan selalu mengikuti prokes, sampai nanti benar-benar aman. Jangan lengah, jangan lalai," tandasnya.










