Mahasiswa Tewas Saat Diksar Menwa, Pelaku Akui Menganiaya Korban

Mahasiswa Tewas Saat Diksar Menwa, Pelaku Akui Menganiaya Korban

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Sumut - Peristiwa penganiayan dalam kegiatan kampus masih saja terjadi. Baru-baru ini, seorang mahasiswa Universitas Taman Siswa (Tamsis), tewas saat mengikuti pendidikan dasar resimen mahasiswa (Diksar Menwa). Polres Ogan Ilir di Sumatera Selatan kini telah menetapkan 3 tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah IS (20), KI (19) dan RWS (19). Kapolres Ogan Ilir, AKBP Imam Tarmudi mengatakan ketiga tersangka mengakui perbuatan. Hal itu diakui saat tersangka diperiksa penyidik di Mapolres. "Tersangka mengakui, tapi secara detail apa pengakuannya itu kepentingan para penyidik. Yang jelas udah diakui," terang Imam Tarmudi, Senin 4 November 2019 seperti dilansir dari detikcom. Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Malik mengungkapkan ketiganya kini ditahan atas kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban tewas. "Sejak Sabtu 2 November kemarin tersangka ditahan. Untuk motif dan lain-lainnya masih dikembangkan," katanya. Bukan cuma itu, Malik mengungkapkan ada dugaan tersangka lain di kasus itu. Bahkan proses sidik masih terus lanjut. "Insya Allah akan nambah, masih kami kembangkan," tutup Malik lagi. Diketahui, kejadian tewasnya mahasiswa Taman Siswa (Tamsis), Muhamad Akbar bermula saat kegiatan Pra Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa. Saat itu, 12 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) dan 4 asal Universitas Taman Siswa (Tamsis) berangkat dari Kampus B UMP 13 Oktober lalu. Selanjutnya, Senin (15/10) sekitar pukul 18.20 WIB saat kegiatan materi Provost dan Kepemimpinan, korban mengalami tindakan kekerasan dari ketiga tersangka. Kemudian, Rabu (16/10) sekitar pukul 07.00 WIB kondisi kesehatan Akbar pun melemah akibat kekerasan. Akibat tindakan itu, pukul 14.30 WIB korban MA mengalami kejang-kejang, sembari kedua tangannya memegang dan menekan alat vitalnya. Lalu, sekitar jam 15.00 WIB keadaan MA sudah pucat dan mengeluarkan liur serta busa dari mulut. Melihat kondisi itu, korban dibawa ke rumah sakit Ar Royan Indralaya, tapi sudah tidak lagi tertolong dan sudah meninggal dunia. Keluarga yang tak terima membuat laporan ke Mapolres Ogan Ilir.