Luncurkan Kurikulum Merdeka Belajar, Nadiem : Sekolah Kita Beri Tiga Opsi Sesuai Dengan Kesiapan Masing-masing

Luncurkan Kurikulum Merdeka Belajar, Nadiem : Sekolah Kita Beri Tiga Opsi Sesuai Dengan Kesiapan Masing-masing

Cici Permatasari

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Sebagai bagian dari tindak lanjut memperbaiki kurikulum 2013, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim resmi meluncurkan kurikulum Merdeka Belajar.

Kurikulum ini menjadi bagian dari program Merdeka Belajar episode 15.

Kurikulum Belajar Merdeka, menurut Nadiem, merupakan tahap lanjutan dalam pengembangan dan pelaksanaan kurikulum darurat yang dikembangkan dalam menanggapi pandemi Covid-19. Namun, kata dia, kurikulum 2013 tidak diubah.

Pada Jumat, 11 Februari melalui konferensi pers secara daring, Nadiem menjelaskan bahwa sekolah diberikan kebebasan untuk menentukan kurikulum yang akan dipilih.

“Jadi kita mengikuti filsafat kemerdekaan, kemerdekaan belajar dan kita beri sekolah tiga opsi sesuai dengan kesiapan masing-masing,” ujarnya, dilansir dari Tempoco. Sabtu, 12 Februari 2022.

Ia menegaskan, dengan adanya Kurikulum Mandiri yang akan diperkenalkan pada Tahun Pelajaran 2022/2023, sekolah akan memiliki kemampuan untuk memilih kurikulum sendiri.

Opsi pertama, jika sekolah belum siap untuk mengubah kurikulumnya, maka Kurikulum 2013 dapat diadopsi sepenuhnya.

Kedua, sekolah dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah diberi wewenang untuk menerapkan kurikulum terkait keadaan darurat. Dengan kata lain, kurikulum 2013 telah dipadatkan berdasarkan kepentingan belajar yang paling penting.

Ketiga, sekolah dibolehkan sepenuhnya memilih untuk menerapkan Kurikulum Merdeka.

Dengan demikian, dia menekankan tidak adalagi istilah di sekolah, ganti menteri pendidikan ganti kurikulum.

“Jadi tidak perlu dipaksakan sama sekali, tidak perlu lagi khawatir sekolah-sekolah bahwa ganti menteri ganti kurikulum. Itu artinya bukan karena sekolah tidak butuh kurikulum tapi dipaksakan secara cepat,” papar Nadiem.

Menurutnya, kerangka kurikulum baru akan lebih adaptif, dan jam pelajaran akan selesai dalam satu tahun. Penekanannya juga sama pada materi vital, dengan hasil pembelajaran yang diatur berdasarkan fase daripada tahun.

Menurut Nadiem, kurikulum ini juga memungkinkan guru untuk menggunakan berbagai bahan ajar berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswanya.

Guru juga akan menggunakan aplikasi yang memberikan referensi yang beragam sehingga dapat membangun teknik mengajarnya secara mandiri.

Menurutnya, kerangka kurikulum baru akan lebih adaptif, dan jam pelajaran akan selesai dalam satu tahun. Penekanannya juga sama pada materi vital, dengan hasil pembelajaran yang diatur berdasarkan fase daripada tahun.

Menurut Nadiem, kurikulum ini juga memungkinkan guru untuk menggunakan berbagai bahan ajar berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswanya.

Guru juga akan menggunakan aplikasi yang memberikan referensi yang beragam sehingga dapat membangun teknik mengajarnya secara mandiri.