Luhut Binsar 'Enggan' Buka Big Data, La Nyalla Mahmud: Itu Bohong!

Luhut Binsar 'Enggan' Buka Big Data, La Nyalla Mahmud: Itu Bohong!

SW
St. Wahidayani

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti Ketua DPD RI menilai big data yang disebutkan Luhut Binsar Pandjaitan terkait keinginan masyarakat agar Pemilu 2024 ditunda adalah berita bohong alias hoaks.

Dalam keterangannya, La Nyalla Mahmud juga meminta masyarakat tidak percaya dengan pernyataan Luhut.

“Jadi saya sampaikan bahwa yang disampaikan oleh saudara Luhut Binsar Pandjaitan itu adalah (berita) bohong. Saya hanya menyampaikan itu (berita) bohong,” kata La Nyalla di Jakarta.

Mantan Ketua Umum PSSI itu meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dengan pernyataan Luhut tersebut. Karena, klaim big data tersebut merupakan informasi bohong.

“Jangan takut. Jangan mudah terpengaruh kepada apa yang disampaikan berita bohong ini,” tegas La Nyalla. Dikutip dari Populis. Kamis, 14 April 2022.

Meski demikian, La Nyalla tak ingin ikut campur terkait urusan posisi Luhut perlu mundur atau tidak setelah menyampaikan berita bohong tersebut.

“Perkara dia mau di-reshuffle, itu bukan urusan saya. Saya hanya menyampaikan kepada publik. Jadi, saya hanya menegakkan kebenaran saja,” ujar La Nyalla.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, ada 110 juta masyarakat yang menginginkan penundaan Pemilu 2024.

Luhut mengaku mengetahui jumlah masyarakat yang menginginkan penundaan Pemilu 2024 melalui big data yang diklaim miliknya itu.

Namun, Luhut enggan membuka big data tersebut saat bertemu dengan BEM UI di Depok beberapa hari lalu.

“Apa kewajiban saya harus mempertanggungjawabkan soal big data itu?,” cetus Luhut.