Terkini.id, Kabul - Lima warga Afghanistan tewas saat berlarian ke bandara dalam rentetan tembakan. Kisruh pasca masuknya milisi Taliban ke Ibu Kota Kabul, Afghanistan membuat suasana di sana sangat mencekam.
Setidaknya lima orang tewas ketika ratusan warga Afghanistan berlarian menuju bandara Kabul untuk kabur setelah Taliban juga menguasai Istana Kepresidenan. Dilaporkan, suasana di bandara kian mencekam setelah terdengar sejumlah suara tembakan.
Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters via CNN, Senin 16 Agustus 2021, ia melihat setidaknya lima jasad dibawa ke satu kendaraan.
Seorang warga lainnya juga melihat kejadian tersebut. Kendati begitu, ia tidak dapat memastikan orang-orang itu meninggal lantaran tembakan atau akibat berdesakan.
Sejumlah kelompok pemantau memang sempat melaporkan, terdengar suara tembakan di bandara ketika para warga sedang berbondong-bondong kabur.
Suara tembakan itu juga terdengar jelas dalam video yang viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat para warga langsung berlari di tengah suara tembakan keras.
Sebelum berita ini tersebar, 62 negara sudah menyerukan agar pihak-pihak di Afghanistan menjamin keselamatan warga yang ingin meninggalkan negara itu.
Seruan itu disampaikan setelah Taliban berhasil menduduki Kabul dan Istana Kepresidenan pada Minggu 15 Agustus 2021 kemarin.
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani juga dilaporkan telah kabur ke Tajikistan gunai menghindari pertumpahan darah.
Ghani menyatakan, saat ini Taliban sudah memenangi seluruh pertempuran dari segi senjata. Ia menegaskan, Taliban bertanggung jawab untuk melindungi kehormatan, kemakmuran, dan harga diri rakyat Afghanistan.
Sebelum sampai di Kabul, Taliban telah merebut sejumlah kota strategis di Afghanistan, seperti Herat, Kandahar, Jalalabad, hingga Mazar-i-Sharif. Beberapa di antaranya direbut dan dikuasai tanpa perlawanan.
Setelah merebut Istana Kepresidenan, Taliban berencana membentuk pemerintahan terbuka dan lebih moderat. Akan tetapi, para warga Afghanistan masih trauma dengan kekejaman Taliban selama berkuasa pada 1996-2001 silam.










