Lembaga Pemantau Senjata Inggris Sebut BIN Telah Meledakkan Desa di Papua Dengan Mortir

Lembaga Pemantau Senjata Inggris Sebut BIN Telah Meledakkan Desa di Papua Dengan Mortir

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Conflict Armament Research (CAR) alias Lembaga Pemantau Senjata yang berasal dari London, Inggris mengungkapkan fakta keterlibatan Badan Intelejen Negara (BIN) dalam operasi peledakan mortir di Papua.

Dilansir dari gelora.co, Selasa 7 Juni 2022, CAR menuduh BIN telah membeli 2.500 mortir yang berasal dari negara Serbia yang digunakan untuk meledakkan delapan desa di Distrik Kiriwok, Pegunungan Bintang, Papua.

Diketahui bahwa mortir yang dibeli oleh BIN merupakan buatan dari Krusik, Serbia. CAR juga menjelaskan bahwa mortir tersebut dijatuhkan dari udara serta dimodifikasi untuk menghancurkan beberapa desa di Papua.

Selain mortir, BIN juga membeli tiga ribu inisiator elektronik dan tiga alat pengatur waktu yang berguna untuk menghilangkan bahan peledak.

Serangan yang dilakukan BIN ke beberapa desa di Papua ini dilakukan sejak Oktober 2021. Dengan menggunakan helikopter, BIN meledakkan delapan desa. Namun demikian tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Beberapa rumah penduduk serta tempat ibadah masyarakat setempat hangus terbakar. Disisi lain, Akademisi Universitas Wollongong akan menyerahkan hasil temuan CAR ke Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB.

Menurut Akademisi Universitas Wollongong, Australia bernama Jim Elmslie, tindakan BIN yang telah menghancurkan perumahan dan gereja di Papua adalah perbuatan yang disengaja.

"Sangat jelas mortir ini memang senjata yang ditempatkan di area sipil," kata Jim Elmslie, dikutip dari gelora.co, Selasa 7 Juni 2022.

Seorang pendeta bernama Yahya Uopmabin mengatakan bahwa memang benar BIN melancarkan serangan tersebut di kawasan dekat pegunungan Bintang, Papua.

"Mereka menjatuhkannya dari drone. Banyak rumah ibadah dan rumah penduduk terbakar," ungkap Yahya Uopmabin.

Eneko Pahabol selaku penyidik HAM dan gereja membeberkan bahwa terdapat 32 mortir yang dijatuhkan di lokasi kejadian.

"Termasuk 5 yang tidak meledak sebagaimana ada di foto-foto yang tersebar,” imbuh Eneko Pahabol.