Terkini.id, Jakarta - Peristiwa puluhan kapal berbendera China dan dua kapal penjaga pantai Republik Rakyat China (RRC) menerobos masuk ke laut Natuna, Kepulauan Riau, menuai sorotan dari netizen di media sosial.
Para netizen pun merindukan sosok Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Kerja, Susi Pudjiastuti, yang dikenal akan ketegasannya dalam menjaga kedaulatan laut NKRI.
Diketahui, saat menjabat sebagai menteri Susi Pudjiastuti tidak segan-segan menenggelamkan kapal-kapal yang menerobos perairan Indonesia untuk mencuri ikan.
Namun, sikap tegas dari Susi tersebut tidak dilanjutkan di Kabinet Indonesia Maju. Alhasil, netizen pun merindukan sosok menteri seperti Susi Pudjiastuti.
Lantaran hal itu, nama Susi masuk di trending topic di Twitter. Sejumlah warganet menilai pemerintah saat ini lambat dalam mengeluarkan sikap dan keputusan terkait penanganan polemik Laut Natuna.
Berikut sejumlah kicauan netizen di Twitter yang merindukan sosok Susi Pudjiastuti, Sabtu 4 Januari 2020.
"Seenggaknya pasang badan. Kita negara berdaulat. Masa takut? Liat statement dari Bu Susi kan? Maling ya Maling. Ditangkap, diproses, diadili. Tenggelamkan. Ngaku2 teritorial mereka itu udah nyalahin perundang2an Internasional loh," tulis @dar*****bun.
"Bu susi aja bisa tanpa perang tenggelamkan kapal tukang nyolong,kok sekarang jadi sulit ya? Kenapa terkesan pemerintah indonesia jadi lembek & lambat kayak siput," ujar @em*******da.
"Penenggelaman kapal dijaman Bu Susi adalah yg paling tepat utk menunjukan ketegasan kita..kl skrg kita negara maritim tp tanpa ketegasan...dan masak negara koq ngasih kapal bekas maling kepada nelayan bangsa sendiri," kata @Yan*****3981.
"@susipudjiastuti bu susi, saya kangen punya menteri yg santuy tapi mantap kek ibu," komentar @rak***ah_.
Diberitakan sebelumnya, Susi Pudjiastuti sempat angkat bicara soal polemik Laut Natuna yang melibatkan dua negara yakni antara pemerintah RI dan RRC.
Lewat cuitan di Twitter miliknya, ia menyinggung soal pencuri ikan dan hubungan persahabatan antar negara.
"Persahabatan antar negara Tidak boleh melindungi pelaku Pencurian Ikan & Penegakan hukum atas pelaku Ilegal Unreported Unregulated Fishing," tulis Susi Pudjiastuti.
"Tiongkok tidak mungkin dan tidak boleh melindungi Pelaku IUUF. Karena IUUF adalah crime/ kejahatan lintas negara," sambungnya.