Terkini.id, Jakarta – Legenda tunggal putra badminton Indonesia, Taufik Hidayat, kembali memberikan kritik yang cukup pedas yang ditujukan kepada jajaran pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Gagalnya tim Thomas Cup Indonesia mempertahankan gelar juara menjadi landasan kritikan tersebut dilayangkan oleh Taufik.
Tim Thomas Cup Indonesia sendiri sukses menjadi jawara pada edisi sebelumnya. Namun pada edisi tahun ini, Indonesia harus mengakui keunggulan tim kuda hitam India dengan poin 3-0.
Taufik sendiri diketahui sebelumnya pernah bergabung sebagai pengurus PBSI. Namun pria asal Jawa Barat tersebut memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kinerjanya di kepengurusan PBSI. Merasa kecewa dengan kinerja internal kepengurusan, Taufik pun akhirnya mundur sebagai Staf Ahli Binpres PP PBSI untuk periode 2020-24.
Melalui akun instagram resmi miliknya, Taufik melayangkan kritik yang cukup pedas dengan menyebutkan bahwa keoknya tim Thomas selalu berkaitan dengan masalah fisik dan mental.
“Team Thomas Cup, terimakasih udah maksimal sampai di final. Pasti mereka kecewa dengan kekalahan ini, tapi ada satu catatan yang selalu….MENTAL, FISIK, DAN mana pelatih tunggal putra Indonesia?,” ujar Taufik dalam akun instagramnya @taufikhidayatofficial, Senin 16 Mei 2022.
“Apakah Indonesia nggak punya pelatih yang lebih baik dan mumpuni? Mau sampai kapan ini PBSI???????,” tambah legenda yang sukses meraih medali emas di Olimpiade Athena 2004 itu.
Tunggal putra Indonesia memang saat ini tidak memiliki pelatih dimana Coach Irwansyah hanya bertindak sebagai asisten pelatih selama pertandingan berlangsung.
Posisi pelatih tunggal putra sebelumnya diemban oleh Coach Hendri Saputra, namun sang pelatih memutuskan untuk tidak lagi memperpanjang kontrak sejak pergantian tahun.
Kritik pedas memang sering dilayangkan Taufik kepada PBSI. Pada gelaran Thomas Cup edisi sebelumnya, Taufik pun cukup keras memberikan kritik perihal bendera merah putih yang tidak bisa berkibar kala tim Thomas Cup menjadi juara. Saat itu bendera merah putih digantikan oleh bendera PBSI.
Kala itu Taufik memberikan kritik yang menyinggung soal sistem kerja pemerintah yang tidak becus dalam menangani permasalahan doping.










