Terkini.id, Makassar - Kehadiran ojek online atau Ojol di Kota Makassar selain memberi kemudahan juga turut menyumbang kemacetan.
Pasalnya, mereka parkir di bahu jalan, terutama di area pusat perbelanjaan saat menunggu penumpang.
Menanggapi itu, Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan Perda No. 17 Tahun 2006 ihwal pengelolaan Parkir di tepi jalan umum dalam daerah Kota Makassar.
Perda tersebut akan dikenakan pada pengendara ojek online yang beroperasi di Kota Makassar.
Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya Irham Syah Gaffar mengatakan, pihaknya bakal melakukan penataan parkir untuk mengurai kemacetan di sejumlah titik kemacetan di Makassar.
"Sudah ada keterbukaan dari pihak Grab dan Gojek untuk menjadi mitra kami. Kami akan melakukan penataan parkir sehingga ada tempat untuk kendaraan," kata Irham seusai bertemu dengan pihak Grab dan Gojek di Balai Kota Makassar, Rabu, 4 Maret 2020.
Dia pun membenarkan bahwa selama ini pengendara ojek online parkir seenaknya saja sehingga arus lalu lintas terganggu.
Untuk itu, ia menegaskan, ke depan, pihaknya bakal memastikan kemacetan dapat diurai melaui penataan parkir.
Terkait dengan biaya parkir bagi pengendara Ojol, Irham mengatakan, pihaknya bakal memberikan pelayanan maksimal. Kendati tetap dikenakan biaya parkir namun akan memberikan potongan harga.
"Kalau kemarin Rp 200 sekali parkir, sekarang bisa Rp. 1000 atau Rp.500 atau dibawahnya lagi. Hal itu agar mereka tidak terbebani," kata dia.
Sementara, Kepala Dinas Perhubunhan Kota Makassar, Mario Said, menuturkan bahwa harus ada langkah terpadu untuk minindaki kesemrautan parkir di masyarakat, khususnya pihak ojek online.
"Kalau sudah meresahkan masyarakat, kita harus ambil satu langkah keterpaduan. Kalau komitmen di atas (managemen Ojol) sehingga yang dibawah juga bisa komitmen (driver)," tutur Mario.
Mengenai jumlah Ojol yang seringkali melakukan pemberhentian (ngetem) di pinggir jalan, Mario menyarankan perlu dibuatkan penempatan khusus.
"Nanti ada penempatan. Saya kira itu bagus kalau kita atur dengan baik," kata Mario.
Ia juga menyebut akan membentuk tim terpadu dalam menangani Ojol ini.
"Tim terpadu penting, tapi harus optimal, harus full power, hitung-hitungannya harus jelas, biar pengeluaran operasionalnya bisa optimal," ujarnya.










