Komunitas Muslim dan Pilpres AS

Komunitas Muslim dan Pilpres AS

EP
Shamsi Ali
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Dan yang terpenting pula bagi warga imigran, khususnya lagi Komunitas Muslim, kira-kira apa aspek “positif dan negatifnya” untuk mendukung Kamala Haris dalam pertarungan pilpres mendatang?

Pertanyaan-pertanyaan di atas tentu tidak mudah dijawab. Karena memang politik di Amerika, apalagi jika itu bersentuhan dengan kepemimpinan negara (Presiden dan Wapres) pastinya selalu terkontrol oleh “hidden power” Atau “hidden player” yang hampir menentukan warna kebijakan yang akan diambil oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Apalagi jika hal itu bekaitan dengan urusan luar negeri. Bahkan kita ketahui isu Palestina-Israel dari dulu hingga saat ini, siapapun Presiden yang terpilih akan membawa warna yang sama.

Kamala Haris memang dalam sepak terjang politik dan kebijakan publiknya cukup baik dan inklusif. Baik di saat menjadi Hakim Tinggi California, Senator US, hingga pada posisinya sebagai Wakil Presiden Biden. Keberpihakannya kepada warga imigran, warga kulit non putih, dan masyarakat mustadh’afin (lemah) cukup baik.

Hal itu karena Kamala sadar diri dan tahu sejarah. Bahwa kedua orang tuanya juga adalah imigran. Ibu pendatang dari India dan ayahnya dari Jamaica.

Sebagai putrì imigran saya kira sedikit banyaknya berpengaruh pada cara pandangnya terhadap bangsa Amerika. Apalagi dengan pengalamannya sebagai Hakim Tinggi sebelum menjabat sebagai Senator Amerika sangat menguatkan harapan bahwa pembelaan kepada hak-hak minoritas, termasuk Komunitas Muslim lebih optimis.

Hal ini menjadi sangat penting mengingat lawannya di pertarungan pilpres ini (Donald Trump) memang rasis dan anti imigran, khususnya imigran Muslim.

Namun demikian, sekali lagi ketika telah berhubungan dengan kebijakan Timur Tengah, khususnya Palestina-Israel, saya tidak terlalu percaya dan optimis.

Selain karena seperti yang telah disebutkan di atas (hidden power control), juga karena suami Kamala Harus juga adalah seorang Yahudi. Walaupun saya belum bisa memastikan apa dia adalah Yahudi Zionis atau bukan. Namun pada umumnya Yahudi yang berada pada level tinggi di pemerintahan Amerika adalah zionis atau minimal pendukung zionis.

Pada tataran ini Komunitas Muslim Amerika sangat berhati-hati daam menimbang (mengkalkulasi) kedua kandidat ini. Jika Kamala Haris bersuamikan Yahudi. Kita kenal Donald Trump juga memiliki anak menantu yang sangat zionis, Jared Kushner, yang dulu menjadi Representative Presiden Trump untuk Timur Tengah.