Terkini.id, Jakarta - Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim bahwa angka kemiskinan dan pengangguran berkurang signifikan setelah dirinya memimpin bangsa Indonesia.
Menurut SBY, angka kemiskinan dan pengangguran bisa berkurang signifikan lantaran dirinya menerapkan strategi ekonomi yang telah ia pelajari selama menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Ia mengatakan, saat meraih gelar doktor di IPB dirinya menulis disertasi tentang pertumbuhan ekonomi dan bagaimana mengurangi pengangguran serta kemiskinan di Indonesia. Menariknya, dia mengklaim, pengaplikasiannya terbilang berhasil.
"Saya masih ingat disertasi yang saya tulis, saya persiapkan judulnya atau temanya upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan pengangguran dengan menggalakkan pembangunan pertanian perdesaan dan infrastruktur dari sisi ekonomi, politik, kebijakan fiskal," kata SBY, Jumat 11 Juni 2021 seperti dikutip dari Kumparan.com.
Lantaran hal itu, Ketua Mejelis Tinggi Partai Demokrat ini menilai kepemimpinannya kala menjabat presiden menunjukkan hasil yang baik sebab angka kemiskinan dan pengangguran turun secara signifikan. Demikian pula, menurutnya dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat.
"Alhamdulillah, sejarah membuktikan kalau dulu setelah selesai memimpin, pengangguran kita drop, kemiskinan kita drop secara signifikan, dan pertumbuhan meningkat dengan baik. Saya kira di samping izin Allah, dukungan rakyat Indonesia, IPB juga memberikan andil terhadap penyiapan itu," ujar SBY.
"Bahwa salah satu mahasiswanya dengan disertasi seperti itu, setelah saya berkuliah 3 tahun akhirnya menjadi bagian utama dari economy policy di negeri kita," sambungnya.
SBY juga memastikan bahwa selama dua periode memimpin Indonesia ia menerapkan four track strategy.
Pokok pemikiran tersebut, menurut SBY, sebenarnya telah dia bangun melalui disertasinya yakni dengan berpihak kepada pengangguran, kemiskinan, serta pertumbuhan ekonomi.
"Semua tahu kebijakan ekonomi yang saya jalankan dulu adalah four track strategic yaitu kebijakan dan strategi pembagunan ekonomi yang pro pertumbuhan, pro pengurangan, pro pengurangan kemiskinan dan tentunya pro pemeliharaan lingkungan," ungkapnya.
Setelah menuntaskan disertasi dan mendapat gelar doktor, SBY pun bersyukur lantaran terpilih menjadi Presiden RI ke-6 sehingga ia bisa mengaplikasikan pokok pikiran disertasinya tersebut untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.
"Saya bersyukur sungguh bersyukur karena 2,3 bulan setelah ujian terbuka waktu itu Allah takdirkan saya, rakyat Indonesia berikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin negeri ini," ujarnya.










