Kisah Mahasiswa Pascasarjana UMI Jalani Ujian Tesis dari Ruang Isolasi Covid-19

Kisah Mahasiswa Pascasarjana UMI Jalani Ujian Tesis dari Ruang Isolasi Covid-19

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Meski ancaman wabah virus corona semakin meluas di Indonesia, khususnya di Kota Makassar, tekad salah seorang dokter untuk meraih gelar Magister Kesehatan di Universitas Muslim Indonesia (UMI) tidak pernah luntur.

Di balik proses kelulusannya, ada kisah menarik yang tak akan pernah dilupakan dokter yang akrab disapa Dokter Koboy itu.

Jika umumnya ujian tesis dilakukan di kampus dan bertatap langsung dengan dosen penguji, Humas Ikatan Dokter Indonesia Kota Makassar ini justru mengikuti ujian Tesis secara online pada Kamis 4 Februari 2021.

Pasca menyelesaikan Yudisium Pasca Sarjana UMI Makassar dengan nilai predikat sangat memuaskan, Dokter Wachyudi kini berhak menyandang gelar Magister Kesehatan atau M.Kes.

dr Wachyudi Muchsin, M.Kes mengatakan untuk bisa meraih Magister Kesehatan sangat tidak mudah. Harus menjalani ujian dari Ruang Perawatan PCC RSWS Makassar, Kamis 4 Februari 2021.

Padahal baru saja keluar dari Ruang ICU Covid-19 karena terpapar Covid-19 dengan kasus gejala berat dengan hasil foto Pnemonia bilateral dengan lesi mencapai 80 persen di kedua paru-parunya.

“Alhamdulillah saya bisa melalui semua ini dengan baik. Tidak lain karena doa dan semangat dari keluarga dan sahabat semua,” kata dr Yudi melalui video call usai menjalani ujian tutup," Kamis 4 Februari 2021.

Dalam video callnya, ia tampak lebih segar dengan balutan jas hijau lengkap dengan peci hitam. Bahkan tampak di hidungnya masih melekat alat bantu oksigen untuk memudahkan dirinya bernafas.

“Masih sesak, tapi jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Hasil swab juga sudah dua negatif, makanya dokter yang merawat memindahkan ke ruang perawatan,” kata dia.

Adapun judul tesis yang diangkat adalah “Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Masyarakat Melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19 di Kota Makassar”.