Terkini.id, Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman sebut pernikhannya dengan adik Presiden Joko Widodo (Jokowi) Idayati bukan pernikahan politik.
Pasalnya, menurut Anwar, dirinya tidak berasal dari partai politik manapun.
Ia mengatakan tak pnya kepentingan apapun. Apalagi, menurutnya masa jabaan dri Jokowi akan segera berakhir dan Jokowi tidak bisa lagi ikut pemilihan presiden 2024 nanti.
“Ada yang menunding saya menikah dengan beliau pernikahan politik. Lah? Saya bukan parpol, partai politik. Apa yang saya cari? Saya kadang-kadang ngomong, ‘Loh, untuk apa? Pak Jokowi juga tidak bisa lagi ikut Pilpres 2024, sudah dua periode,” kata Anwar dilansir dari Cnnindonesiacom. Jumat, 3 Junii 2022.
Menurut Anwar, sidang sengketa pilpres yang berlangsung pada 2019, ia masih bersama mendiang istrinya sehingga pernikahannya dengan Idayati bukan merupakan bukti bahwa ia memenangkan Jokowi pada sengketa tersebut.
Anwar juga mengatakan ia mengenal Idayati baru pada Oktober 2021 lalu.
“Jangan heran, dunia peradilan penuh dengan fitnah, penuh dengan caci maki. Semakin banyak caci maki, fitnah, fitnah, untuk diri saya, semakin banyak insyaallah pahala untuk saya,” ujarnya.
Diketahui, Anwar Usman yang menjabat sebagai Ketua MK didesak mundur karena menikah dengan Idayati, adik Presiden Jokowi.
Pernikhan itu dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan.
Pelaksana tugas (Plt.) Ketua KoDe Inisiatif Violla Reininda mengatakan Anwar akan mengadili gugatan-gugatan terkait produk undang-undang yang dihasilkan presiden daan DPR.
“Sebagai seorang negarawan, Ketua MK Anwar Usma mesti mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua MK dan Hakim Konstitusi untuk menghindari potensi konflik keperntingan,” ujar Violla, Senin, 30 Mei 2022.










