Ketika Maudy Ayunda Takjub dengan Souvenir Plastik Daur Ulang, Hasil Karya Ibu-ibu yang Mengejar Mimpi

Ketika Maudy Ayunda Takjub dengan Souvenir Plastik Daur Ulang, Hasil Karya Ibu-ibu yang Mengejar Mimpi

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Akmal Idrus percaya, para ibu rumah tangga juga punya hak untuk bekerja dan mengejar mimpinya. Salah satu jalannya adalah lewat Aksi Sosial Kejar Mimpi CIMB Niaga, hasil kerajinan ibu-ibu di kawasan pesisir Makassar bisa sampai ke tangan Maudy Ayunda.

Terkini.id, Jakarta - Maudy Ayunda terlihat senang saat membuka kotak berisi merchandise karya ibu-ibu dari Makassar, pada Sabtu 11 November 2023 lalu di Jakarta.

"Ini bagus banget, wow... Ini lucu ya..." ucap Maudy sambil memandang tas berbahan baku plastik bekas berwarna oranye itu.

"Terima kasih semoga bermanfaat," sahut Akmal Idrus, anak muda sociopreneur asal Makassar yang membawa beberapa souvenir berupa tas dan dompet tersebut, jelang event Kejar Mimpi : Actionation yang diinisiasi CIMB Niaga di The Great Hall, Sabtu 11 November 2023.

Kepada terkini.id, Akmal menceritakan momen saat Maudy Ayunda takjub oleh souvenir-souvenir yang terbuat dari hasil daur ulang sampah plastik, hasil tangan para wanita pengrajin dari Makassar.

Wanita-wanita pesisir itu diberdayakan oleh Rappo, perusahaan bisnis sosial yang dirintis oleh Akmal Idrus pada 2020 lalu.

Lewat usaha tersebut, Akmal berhasil memberdayakan sejumlah wanita di Makassar, dan mendaur ulang sampah-sampah plastik menjadi produk merchandise yang keren, fashionable dan lucu menurut Maudy.

Akmal sendiri adalah salah satu anggota Komunitas Kejar Mimpi yang diinisiasi oleh CIMB Niaga pada 2017. Tahun 2019, Akmal mendirikan komunitas Kejar Mimpi di Makassar dan menjadi leader.

CIMB sendiri, selaku perusahaan perbankan, menunjukkan kepeduliannya terhadap UKM-UKM yang tergabung dalam komunitas tersebut, dengan memberi dukungan pelatihan dan pengembangan kapasitas.

Dari Komunitas Kejar Mimpi, Akmal kemudian mendirikan usaha sociopreneur Rappo, yang namanya dalam Bahasa Makassar berarti 'buah'. Dari nama itu, Akmal berharap usahanya bisa membuahkan hasil dan kesejahteraan untuk masyarakat.